SUMBAWA — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan audit lapangan ekstrem dengan menyusuri jalur rusak di Lintas Moyo menggunakan motor trail, Rabu (21/1/2026). Langkah ini diambil untuk memetakan langsung titik kritis di Ruas KM 20 dan KM 21,5 yang kerap ambles akibat hilangnya daya serap hutan di hulu.
Dukungan untuk ‘Zero Pembalakan’
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dalam memerangi pembalakan liar dan memulihkan fungsi hutan. Gubernur menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan sia-sia jika “pabrik air” di atas bukit terus dirusak.
”Sudah benar apa yang dilakukan Bupati Sumbawa, menyelamatkan hutan. Ketika tak ada lagi penahan air, semua air deras mengalir membentuk sungai baru yang berdampak pada jalan,” tegas Miq Iqbal.
Senada dengan Gubernur, Bupati Jarot menekankan bahwa solusi teknis seperti pembuatan saluran air (drainase) harus berjalan beriringan dengan pemulihan ekosistem. Kerusakan di Lintas Moyo adalah bukti nyata bagaimana eksploitasi lahan yang tidak terkontrol secara langsung menghancurkan aset transportasi masyarakat.
“Seorang pemimpin turun ke jalan dengan motor trail bukan untuk membelah debu, tapi untuk membelah birokrasi dan melihat luka tanah yang tidak terpotret dalam laporan kerja.”
Dogma Digital — Kunjungan ke Lintas Moyo ini adalah audit visual terhadap kebijakan lingkungan. Getnews melihat sinergi antara Gubernur dan Bupati Sumbawa sebagai sinyal kuat: tidak ada kompromi bagi pembalakan liar. Membangun jalan di atas hutan yang gundul adalah membangun di atas pasir hisap. Keputusan untuk memprioritaskan perbaikan jalur logistik pertanian adalah langkah ekonomi yang tepat, namun komitmen menyelamatkan hutan adalah langkah peradaban yang jauh lebih penting.




