NEWS

JERITAN DARI TENDA PENGUNGSI: Warga Gaza Sebut Board of Peace “Dewan Ilusi”

Kesepakatan elite global mengenai pembentukan Board of Peace (BoP) di World Economic Forum (WEF) 202 (BPMI Setpres)

GAZA — Kesepakatan elite global mengenai pembentukan Board of Peace (BoP) di World Economic Forum (WEF) 2026 mendapat penolakan keras dari akar rumput. Manal al-Qouqa, seorang pengungsi di jalur Gaza, secara terbuka menegaskan bahwa dewan tersebut tidak memiliki wujud nyata di lapangan sementara intensitas penderitaan warga sipil justru dilaporkan terus meningkat, Jumat (23/1/2026).

Paradoks Keamanan di Garis Depan

Manal al-Qouqa menekankan bahwa setiap pengumuman besar di kancah internasional seringkali hanya berujung pada janji administratif yang kosong. Baginya, perdamaian yang dibicarakan di hotel-hotel mewah Davos kontradiktif dengan realitas keamanan yang ada. “Kedamaian macam apa yang mereka bicarakan ketika di lapangan tidak ada keamanan? Kita sedang mengalami tragedi nyata,” tegasnya dalam laporan yang dilansir Al Jazeera.

Get Data Audit: Kontradiksi Board of Peace

Dimensi NarasiRealitas di Gaza (Januari 2026)
Status KeamananNihil; Konflik Masih Mendominasi Garis Depan
Legitimasi BoPDianggap “Dewan Ilusi” oleh Akar Rumput
Dampak BantuanTersendat Akibat Mekanisme Birokrasi Baru

Krisis Legitimasi dan Transparansi

Ketidakpercayaan publik di Gaza terhadap BoP berakar pada lambannya distribusi bantuan kemanusiaan pasca-penandatanganan piagam di Davos. Warga merasa dewan tersebut lebih difokuskan pada pengelolaan politik jangka panjang daripada penyelamatan nyawa secara mendesak. Kondisi ini menuntut adanya transparansi lebih besar dari negara-negara pengampu dewan, termasuk Indonesia, untuk membuktikan bahwa BoP bukan sekadar instrumen geopolitik.

​Melalui suara Manal al-Qouqa, Gaza sedang mengirimkan pesan kepada dunia: perdamaian tidak bisa hanya diproses di ruang-ruang dingin bersalju, melainkan harus hadir secara fisik di tanah yang gersang dan penuh puing.

“Perdamaian yang hanya tertulis di atas kertas mewah Davos tak akan pernah mampu menghangatkan tubuh mereka yang kedinginan di bawah tenda reruntuhan.”

— GET !NSIGHT DOGMA DIGITAL —

Verified Source: Kompas Tren (23/01/2026) dilansir dari laporan lapangan AFP dan Al Jazeera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *