SUMBAWA — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggeser paradigma pendidikan luar biasa dari sekadar pemenuhan hak dasar menjadi pemberdayaan ekonomi produktif. Dalam kunjungan kerja Safari Ramadan di SLBN 1 Sumbawa, Kamis (12/3), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan lulusan disabilitas ke dalam ekosistem ekonomi formal.

​Langkah konkret diawali dengan peresmian revitalisasi fasilitas sekolah yang didanai anggaran 2025, mencakup ruang kelas, ruang keterampilan, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, sorotan utama tertuju pada instruksi Gubernur untuk memperluas kurikulum ke sektor digital, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), guna memanfaatkan tingkat fokus tinggi yang dimiliki siswa tuna rungu.

​”Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang baik sekaligus peluang untuk mandiri secara finansial setelah lulus,” ujar Miq Iqbal saat meninjau aktivitas membatik dan sablon siswa.

Infrastruktur dan Aksesibilitas Finansial

​Bukan sekadar perbaikan fisik, Pemprov NTB tengah menyusun skema perlindungan dan pemberdayaan hulu-ke-hilir. Dua poin strategis yang menjadi catatan penting dalam kunjungan ini adalah:

  1. Akses Permodalan: Memfasilitasi kolaborasi dengan Bank NTB Syariah untuk menyediakan skema kredit mikro bagi alumni SLB yang ingin membangun usaha mandiri.
  2. Mobilitas Siswa: Rencana penyediaan kendaraan antar-jemput khusus untuk meminimalisir hambatan geografis bagi peserta didik disabilitas.

​Gubernur juga menginstruksikan evaluasi total terhadap kelayakan asrama siswa, memastikan bahwa standar hunian bagi pelajar dari luar daerah memenuhi asas kenyamanan dan martabat.

Strategic Audit: Disability Economic Inclusion Program

Pilar KebijakanAksi Strategis Pemprov NTBVonis GetNews
Transformasi SkillEkspansi kurikulum SLB ke sektor digital (DKV & IT).FUTURE-READY
Dukungan FinansialKemitraan Bank NTB Syariah untuk Kredit Mikro Alumni.CAPITAL ACCESS
Aksesibilitas FisikPenyediaan armada antar-jemput & revitalisasi asrama.MOBILITY BARRIER REMOVAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *