EKRAF GET CORNER

Sinergi Industri Kreatif: Kementerian Ekraf Siap Gaungkan Film Animasi “Garuda di Dadaku”

Kementerian Ekraf Siap Bantu Gaungkan Film Animasi Garuda di Dadaku (Ekraf)

JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan dukungan penuh untuk memperkuat eksposur film animasi terbaru Indonesia, “Garuda di Dadaku”. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi nasional untuk mendorong produk kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal agar mampu bersaing di pasar global sekaligus menguatkan rasa nasionalisme melalui medium budaya populer.

​Dukungan ini mencakup fasilitasi pemasaran, aktivasi di berbagai festival film internasional, hingga sinkronisasi dengan platform distribusi digital guna memastikan karya anak bangsa ini mendapatkan jangkauan penonton yang maksimal.

Transformasi IP Lokal ke Format Animasi

​Film animasi “Garuda di Dadaku” merupakan adaptasi dari franchise film live-action populer yang telah menjadi ikon semangat olahraga nasional. Kementerian Ekraf melihat potensi besar dalam format animasi karena memiliki fleksibilitas visual yang lebih luas untuk dieksplorasi, terutama bagi penonton generasi muda (Gen Z dan Alpha).

​“Kami berkomitmen membantu gaungkan film ini. Animasi adalah salah satu subsektor prioritas yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi. Melalui narasi sepak bola dan perjuangan, film ini bukan sekadar hiburan, tapi adalah aset kreatif nasional,” tulis pernyataan resmi Kementerian Ekraf, Selasa (21/4/2026).

Strategic Audit: Animation Industry Support 2026

Komponen DukunganRencana Aksi KemenekrafVonis Strategis
Pemasaran StrategisAktivasi kampanye nasional & inklusi festival film global.GLOBAL MARKET PENETRATION
Pengembangan IPFasilitasi lisensi untuk merchandise & produk turunan.REVENUE DIVERSIFICATION
Infrastruktur DigitalSinkronisasi dengan Over-the-Top (OTT) platform global.DIGITAL ACCELERATION

Fasilitasi Ekosistem dan Distribusi Global

​Kementerian Ekraf berencana mengintegrasikan promosi film ini ke dalam agenda pameran industri kreatif internasional. Tujuannya adalah membuka peluang ko-produksi atau lisensi di wilayah Asia dan Eropa. Selain itu, pemerintah mendorong adanya kolaborasi lintas subsektor, seperti merchandising dan game berbasis film tersebut, guna menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

​Dengan dukungan infrastruktur promosi dari negara, “Garuda di Dadaku” diharapkan tidak hanya menjadi box office di tanah air, tetapi juga menjadi bukti kematangan teknologi dan penceritaan (storytelling) studio animasi lokal di panggung dunia.

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

The Drama (2026) – Kristoffer Borgli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *