Malang, getnews – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan inovasi Aplikasi PERSADA (Aplikasi Online Restoran dan Sumber Pajak Daerah Lainnya) pada sesi presentasi dan wawancara bersama Tim Juri Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2025, di Ngalam Command Center (NCC), Rabu (26/11/2025).
Aplikasi PERSADA merupakan program unggulan Pemerintah Kota Malang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sistem perpajakan yang transparan dan akuntabel.
Sejak diluncurkan pada 2021, aplikasi ini menjadi pionir dalam pencatatan dan pelaporan pajak daerah secara digital yang dapat diakses 24 jam melalui web maupun Android.
Wahyu menjelaskan bahwa PERSADA lahir sebagai bagian dari transformasi digital Pemkot Malang.
“Tujuan kami adalah membangun ekosistem perpajakan daerah yang inklusif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa integrasi pelaporan dan transaksi online dirancang untuk meminimalkan pencatatan manual.
“Dengan sistem ini, potensi kebocoran bisa ditekan secara signifikan,” kata Wahyu.
Melalui dashboard pemantauan, Bapenda dapat memonitor pendapatan dan kewajiban pajak wajib pajak secara real-time. Menurut Wahyu, fitur tersebut memperkuat pengawasan tanpa intervensi langsung.
“Monitoring real-time ini mendorong kepatuhan pajak melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perangkat daerah,” ujar dia.
Aplikasi ini juga menjadi solusi bagi wajib pajak yang sebelumnya belum terakomodasi dalam sistem E-Tax. Integrasi otomatis di dalamnya mengurangi beban administratif sekaligus meminimalkan risiko kesalahan pelaporan.
Penggunaan PERSADA menunjukkan hasil signifikan. Salah satu contoh peningkatan nominal pelaporan pajak bahkan mencapai 660 persen, diikuti peningkatan penerimaan pajak hotel dan restoran setiap tahun.
Keberhasilan tersebut mendorong sejumlah daerah mereplikasi inovasi PERSADA. Kabupaten Bangkalan, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Lombok Barat telah menandatangani kerja sama implementasinya.
Aplikasi ini juga mendapat sorotan pada ajang Rembug Fiskal APEKSI bertema “PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka” yang digelar di Kota Malang.
Wahyu menegaskan bahwa Pemkot Malang terus memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah untuk memastikan implementasi berjalan optimal.
“Untuk wajib pajak baru, kami lakukan sosialisasi bersama perangkat daerah seperti Disnaker. Target kami jelas: potensi kebocoran bisa dicegah hingga 100 persen,” tegas dia.
Dengan berbagai capaian tersebut, Aplikasi PERSADA dinilai menjadi simbol transformasi digital sistem perpajakan daerah yang inklusif, transparan, dan efektif dalam mendukung peningkatan PAD Kota Malang (Yul)
Foto cover: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan inovasi Aplikasi Online Restoran dan Sumber Pajak Daerah Lainnya pada sesi presentasi dan wawancara bersama Tim Juri Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2025, di Ngalam Command Center (NCC), Rabu (26/11/2025)/ MC Kota Malang.
infopublik.id




