Ilustrasi - petani (Hero/getnews)

Aktris Luna Maya Beli Tanah 53 Are di Yogyakarta Bukan untuk Vila, Melainkan Mencari Petani. Peluang Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan NTB Terbuka Lebar.

​Di tengah hiruk pikuk gaya hidup serba modern, selebriti papan atas Luna Maya justru membuat kejutan. Aktris cantik ini dikabarkan membeli sebidang tanah seluas 5.392 meter persegi (sekitar 53 are) di daerah pedesaan Yogyakarta. Yang menarik, tanah ini bukan untuk dibangun vila mewah atau investasi properti, melainkan untuk diolah menjadi sawah.

​Luna Maya bahkan secara terbuka menyatakan, “Gue lagi cari petani!” Tren “kembali ke sawah” yang digagas selebriti ini bisa menjadi inspirasi baru, membuka mata terhadap potensi ekonomi hijau dan ketahanan pangan, terutama di provinsi agraris seperti NTB.

​Luna Maya: Dari Karpet Merah ke Sawah Basah

​Keputusan Luna Maya ini bukan sekadar sensasi, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang potensi sektor pertanian yang seringkali terlupakan.

Visi Pertanian: Ini menunjukkan ada kesadaran baru, bahkan di kalangan selebriti, bahwa tanah adalah aset produktif untuk pangan, bukan hanya untuk gaya hidup konsumtif.

Pencarian Petani: Luna Maya secara aktif mencari petani lokal untuk menggarap lahannya. Ini adalah model kolaborasi yang bisa menjembatani kesenjangan antara pemilik modal dan tenaga ahli pertanian.

​Peluang untuk NTB: Mengapa Kita Tak Ikut ‘Kembali ke Sawah’?

​Apa yang dilakukan Luna Maya di Yogyakarta seharusnya menjadi cermin dan inspirasi bagi NTB, sebuah provinsi yang kaya akan lahan pertanian dan tradisi agraris.

Lahan Subur dan Potensi: NTB memiliki lahan sawah yang sangat subur, cocok untuk diversifikasi pertanian, tidak hanya padi tetapi juga hortikultura, perkebunan, hingga tambak air tawar (seperti udang vaname).

Pentingnya Petani Lokal: Jika selebriti seperti Luna Maya saja mencari petani, artinya keahlian petani lokal kita sangat berharga. Pemerintah daerah dan investor di NTB harus melihat ini sebagai peluang untuk memberdayakan petani, bukan hanya sebagai buruh, tetapi sebagai mitra.

Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau: Tren ini mendukung ketahanan pangan lokal dan pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

​Dari Sektor Pariwisata ke Sektor Pertanian

​NTB selama ini gencar mengembangkan sektor pariwisata (Mandalika, Gili Trawangan). Namun, inisiatif “kembali ke sawah” ala Luna Maya menunjukkan bahwa sektor pertanian juga bisa menjadi daya tarik baru dan sumber kesejahteraan yang stabil.

Pemerintah Provinsi NTB: Harus bisa menangkap sinyal ini. Bukan hanya mengizinkan tambang, tapi juga memberikan insentif bagi petani dan investor yang ingin mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Jangan ragu untuk memanfaatkan lahan. Ada potensi ekonomi besar di sana, menunggu sentuhan profesional dan semangat ‘kembali ke akar’.

Jika Luna Maya saja rela “turun gunung” ke sawah, mengapa kita yang punya warisan tanah subur justru melupakan potensi emas di halaman belakang kita sendiri?

Sumber: https://www.kompas.com/hype/read/2025/12/10/131937566/beli-tanah-5300-meter-di-yogyakarta-luna-maya-gue-lagi-cari-petani

Lilisatya Wati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *