EKRAF GET CORNER

Musik Jawa Getarkan Suriname! KemenEkraf Jadikan Komunitas Diaspora Kunci Ekspor Musik ke Amerika Selatan

Dok.KemenEKRAF

PARAMARIBO, getnews – Siapa sangka, musik dangdut koplo berbahasa Jawa memiliki gaung kuat hingga ke Amerika Selatan? Misi diplomatik rasa dan suara berhasil dijalankan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Festival Indofair 2025, Paramaribo, Suriname.

​Panggung di Sana Budaya Paramaribo digetarkan oleh penampilan duet Ndarboy Genk dan penyanyi tunanetra asal Yogyakarta, Fauzi Haidi, yang menjadi simbol nyata keberhasilan program AKTIF Musik KemenEkraf.

Suriname Terpukau, Inklusivitas Bukan Hanya Slogan

​Festival Indofair yang berlangsung selama 3 hari mencatatkan total 12 ribu pengunjung, dan dibuka langsung oleh Duta Besar RI Agus Priono bersama Deputi Kreativitas Media KemenEkraf Agustini Rahayu. Acara ini bahkan dihadiri oleh dua Menteri dan sejumlah pejabat negara Suriname.

​Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa penunjukan Ndarboy Genk dan Fauzi Haidi adalah bukti komitmen moral.

​“Kami ingin membuktikan bahwa inklusivitas dalam ekonomi kreatif bukan hanya slogan, tapi aksi nyata,” ucap Menteri Ekraf.

​Kolaborasi Ndarboy Genk (Helarius Daru Indrajaya) dan Fauzi Haidi dalam video musik “Wong Sepele” menjadi sorotan, mengirimkan pesan bahwa talenta hasil program AKTIF Musik memiliki jalur distribusi hingga ke mancanegara, tanpa memandang keterbatasan fisik.

Kunci Ekspor Musik: Memanfaatkan Jaringan Diaspora Jawa

​Pemilihan Suriname sebagai lokasi promosi musik sangat strategis. Negara ini memiliki komunitas diaspora keturunan Jawa yang signifikan, sehingga format dangdut koplo berbahasa Jawa memiliki relevansi kultural dan emosional yang kuat.

​Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu (Ayu), menjelaskan strategi ini bertujuan mempercepat dampak ekonomi dari karya lokal.

​”Kami tidak hanya hadir di balik layar, tapi turut mendorong distribusi dan eksposurnya agar ekosistem musik lokal tumbuh secara berkelanjutan hingga kancah global,” kata Ayu.

​Festival ini menjadi platform penting untuk memperdalam kolaborasi ekonomi dan memetakan potensi pasar. Dengan mengidentifikasi peluang kolaborasi di negara dengan basis penggemar yang kuat, Indonesia menargetkan kontribusi devisa sektor ekonomi kreatif dapat terus meningkat.

​Direktur Musik KemenEkraf Mohammad Amin menegaskan bahwa kehadiran kedua musisi ini adalah simbol energi dan kebanggaan musik Indonesia, yang menggabungkan budaya lokal, keberagaman, dan modernitas.

​Di hari penutupan, Ndarboy Genk dan Fauzi tampil memukau, diikuti oleh sesi jumpa fans dan pentas bersama band lokal Suriname, Kasimex House Band. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth Indonesia.

Kementerian Ekonomi Kreatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *