Kabupaten Bima Peristiwa

Operasi Penyelamatan Dramatis Tim SAR Gabungan Akhiri Pencarian Nelayan Bima

Korban ditemukan dalam kondisi selamat namun lemas di pesisir Pantai Bonto, Kecamatan Asakota, pada Rabu (7/1/2026) siang setelah lebih dari 30 jam terombang-ambing di laut. (GETNEWS)

BIMA, getnews.co.id — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Abdullah (56), nelayan asal Kota Bima yang dilaporkan hilang di Perairan Soromandi, berakhir dengan penyelamatan dramatis. Korban ditemukan dalam kondisi selamat namun lemas di pesisir Pantai Bonto, Kecamatan Asakota, pada Rabu (7/1/2026) siang setelah lebih dari 30 jam terombang-ambing di laut.

​Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, menyatakan bahwa tim langsung bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) sesaat setelah menerima laporan hilangnya korban yang memancing sendirian sejak Selasa dini hari.

Snapshot Operasi SAR: Evakuasi Perairan Soromandi-Bonto

​Kecepatan penyisiran menggunakan unit RIB menjadi kunci penemuan korban sebelum kondisi fisik korban semakin memburuk akibat dehidrasi dan paparan cuaca laut.

SAR Mission Log: Bima Maritime Rescue
Elemen OperasiDetail Teknis & Hasil
Identitas KorbanAbdullah (56), Warga Kelurahan Melayu, Kota Bima.
Titik PenemuanPantai Bonto (2,8 NM dari Lokasi Hilang).
Kondisi TerakhirSelamat (Kondisi Lemas & Sakit).
Status OperasiDinyatakan Ditutup (Korban Diserahkan ke Keluarga).
Sumber: Pos SAR Bima | Incident Report (Update: 07 Jan 2026)

Sinergi Lintas Unsur

​Operasi ini melibatkan kolaborasi masif antara Pos SAR Bima, Polairud Kota dan Kabupaten Bima, SAR Sabhara Polres Bima, Tagana, KPLP, TSBK, hingga nelayan setempat. Tim gabungan melakukan penyisiran intensif di titik koordinat terakhir korban terlihat di Perairan Sai sebelum akhirnya ditemukan terdampar di arah tenggara dari lokasi awal.

Evakuasi dan Penanganan Medis

​Abdullah ditemukan pada pukul 12.40 WITA dan segera dievakuasi menuju Pelabuhan Kota Bima. Petugas medis langsung memberikan penanganan awal guna memulihkan kondisi fisik korban yang melemah akibat cuaca ekstrem di tengah laut.

​Pihak Basarnas mengimbau para nelayan di wilayah Bima untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan selalu melengkapi diri dengan alat komunikasi serta pelampung saat melaut. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR ini resmi dinyatakan berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *