Kabupaten Bima

Banjir Terjang 3 Kecamatan di Bima

BIMA, getnews.co.id — Bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Sabtu (10/1/2026) siang. Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan luapan air dari area pegunungan tak terbendung, merendam ratusan rumah warga serta merusak fasilitas pendidikan di Kecamatan Bolo, Palibelo, dan Sanggar.

​Pusdalops-PB BPBD NTB melaporkan bahwa banjir mulai memasuki permukiman sekitar pukul 12.20 WITA. Meski air kini dilaporkan telah surut, dampak kerusakan fisik dan kebutuhan logistik mendesak menjadi perhatian utama personel gabungan TNI/Polri dan TRC BPBD di lapangan.

Dashboard Dampak: Sebaran Kerusakan Banjir Bima (11 Jan 2026)

​Data sementara menunjukkan Kecamatan Bolo menjadi wilayah dengan dampak pemukiman terluas, sementara Palibelo mengalami kerusakan infrastruktur pendidikan yang signifikan.

Bima Flash Flood Impact Matrix: 10 Jan 2026
Wilayah TerdampakDetail Kerusakan & KK Terdampak
Kecamatan Bolo237 Rumah Terendam (Desa Rada & Nggembe), SDN Rada, TK Al-Ikhlas, & Lahan Tani.
Kecamatan PalibeloTenda Darurat SDN 2 Ntonggu ROBOH, Genangan di SMPN 5 Palibelo.
Kecamatan SanggarDesa Kore (Dalam Proses Pendataan/Asesmen).
Status TerkiniAir Surut; Pembersihan Material; Mendesak: Bantuan Logistik & Peralatan.
Sumber: Pusdalops-PB BPBD NTB | Update: 10 Januari 2026, 18:00 WITA

Fokus Fasilitas Pendidikan: Krisis SDN 2 Ntonggu

​Insiden robohnya tenda darurat di SDN 2 Ntonggu menjadi sorotan tajam. Tenda yang sedianya digunakan sebagai ruang kelas sementara tersebut tidak mampu menahan beban genangan air di atas terpal, diperparah dengan tiang penyangga yang kurang kokoh. Hal ini menambah beban psikologis bagi siswa yang kini kehilangan fasilitas belajar darurat mereka di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Peringatan Puncak Musim Hujan

​BPBD NTB kembali mengingatkan masyarakat bahwa wilayah NTB kini berada di puncak musim hujan. Potensi hujan ekstrem dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi dalam sepuluh hari ke depan. Warga dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan drainase dan waspada terhadap kiriman air dari pegunungan yang bisa memicu banjir susulan secara mendadak. Personel gabungan tetap disiagakan di lokasi terdampak untuk mengantisipasi potensi eskalasi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *