BANDA ACEH, getnews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis untuk memastikan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tersalurkan secara tepat sasaran.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengumumkan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (9/12/2025), bahwa tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) telah mulai bekerja.
Enumerasi Data Terpilah di 9 Kabupaten Prioritas
Tim gabungan tersebut menurunkan enumerator—petugas lapangan yang bertugas mengumpulkan data melalui wawancara, kuesioner, atau observasi langsung—di sembilan kabupaten/kota dengan jumlah pengungsi terbesar. Tugas utama mereka adalah memastikan data yang didapat akurat dan lengkap untuk kepentingan analisis statistik.
Tim ditargetkan menyelesaikan pengumpulan data terpilah dalam waktu tiga hari, dimulai sejak Selasa (9/12/2025). Data tersebut akan mencakup pengelompokan berdasarkan:
- Jenis Kelamin
- Usia
- Kelompok Rentan (balita, lansia, ibu hamil, disabilitas)
“Kami ingin distribusi logistik, baik permakanan maupun non-permakanan, tepat sasaran berdasarkan data terpilah yang akurat,” tukas Kepala Pusdatin BNPB.
Fokus Utama: Percepatan Distribusi ke Wilayah Terisolasi
Abdul Muhari menegaskan bahwa distribusi logistik bantuan ke warga terdampak kini menjadi fokus utama. BNPB bekerja sama erat dengan pemerintah daerah, BPBD, dan Satgas nasional untuk mempercepat penyaluran bantuan, terutama ke wilayah yang masih terisolasi dan sulit dijangkau.
Langkah penguatan data ini diharapkan mampu mengatasi tantangan logistik yang dihadapi selama masa tanggap darurat.
infopublik.id




