“Pertina KSB tidak sedang bermain-main. Di bawah bayang-bayang persaingan ketat PORPROV NTB 2026, mereka mematok target tinggi: 5 medali emas. Sebuah pertaruhan martabat bagi tanah Pariri Lema Bariri di atas ring tinju provinsi.”
GET SPORT — Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Di bawah nakhoda baru Heri Kusmanto, S.Adm, M.M.I.nov, resmi menabuh genderang perang. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026, seluruh sumber daya dan konsentrasi atlet kini dikerucutkan pada satu titik: membawa pulang lima medali emas ke tanah Pariri Lema Bariri.
Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Target lima emas adalah pernyataan sikap bahwa KSB siap mendominasi peta kekuatan tinju di Nusa Tenggara Barat. Dengan mengandalkan kombinasi petinju putri yang tangguh dan barisan putra yang eksplosif, Pertina KSB kini masuk dalam fase pelatihan intensif untuk memastikan setiap pukulan adalah poin kemenangan.
“Target 5 medali emas di PORPROV NTB 2026 adalah manifestasi dari kerja keras dan dedikasi seluruh pengurus baru periode 2025-2030. Kami fokus pada pembinaan atlet lokal KSB agar mampu berdiri tegak di podium tertinggi Pariri Lema Bariri.”
🥊 Analisis Strategis: Peta Kekuatan Ring KSB
Tim analisis getnews+ melihat bahwa pembagian kategori yang ditetapkan Pertina KSB sangat taktis. Dengan menaruh harapan pada Sinta Agustina di kelas 52kg putri, KSB mencoba mengamankan poin pembuka yang krusial. Sementara di kategori putra, dominasi di kelas menengah (52kg hingga 67kg) menunjukkan bahwa KSB mengandalkan kecepatan dan ketahanan fisik yang prima.
Berikut adalah daftar petinju andalan yang mengemban misi besar di PORPROV NTB 2026:
Menanti Bukti di Atas Ring
Target 5 medali emas adalah target yang berani sekaligus berisiko. Pertina KSB kini memikul harapan besar masyarakat Sumbawa Barat. Konsistensi latihan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah akan menjadi kunci apakah ambisi ini akan berakhir dengan kalungan emas yang gemilang atau sekadar menjadi mimpi di atas ring. Satu yang pasti, semangat “Pariri Lema Bariri” akan menjadi napas di setiap ronde yang mereka lalui.




