MATARAM — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 resmi dimulai hari ini, 16 Juli 2026. Ajang olahraga multievent ini menjadi batu loncatan strategis bagi Nusa Tenggara Barat untuk mengukur kesiapan infrastruktur dan manajemen kompetisi menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, menekankan bahwa Porprov tahun ini diselenggarakan dengan standar tinggi yang diadaptasi dari protokol PON. “Seluruh proses penyelenggaraan dirancang semirip mungkin dengan standar PON, termasuk penerapan digitalisasi sistem pendaftaran untuk menjamin transparansi dan efisiensi,” ujarnya.
| Indikator | Target/Capaian |
|---|---|
| Ekonomi | Putaran ekonomi > Rp100 Miliar |
| Akomodasi | Okupansi > 4.200 kamar hotel |
| Publikasi/Antusiasme | Target 150.000 penonton |
Selain menjadi ajang seleksi atlet berbakat, Porprov NTB 2026 diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Event ini ditargetkan mampu menyerap okupansi lebih dari 4.200 kamar hotel serta menarik atensi hingga 150.000 penonton. Dampak ekonomi yang diharapkan mencapai lebih dari Rp100 miliar, memberikan efek domino bagi sektor pariwisata, UMKM, dan industri kreatif di enam kabupaten/kota penyelenggara.
Bagi para atlet, kompetisi yang berlangsung hingga 26 Juli 2026 ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan tiket untuk masuk ke dalam pemusatan latihan jangka panjang. NTB berkomitmen melakukan pembinaan atlet secara intensif selama dua tahun ke depan demi ambisi menembus jajaran lima besar pada PON 2028.




