LOMBOK BARAT — Operasi pencarian terhadap remaja bernama Nune Djumbuhulhaq (13) yang hanyut di sungai kawasan Perumahan Griya Menang Asri, Desa Kuripan, resmi berakhir. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada hari kedua pencarian, Rabu (29/4/2026) siang, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Insiden ini menjadi pengingat tragis akan risiko tinggi aktivitas di bantaran sungai, terutama saat kondisi arus meningkat.
Kronologi Penemuan: Mengambang di Aliran Hilir
Setelah melakukan penyisiran intens Sejak Selasa sore, tim SAR gabungan akhirnya menemukan titik terang pada Rabu pagi pukul 10.20 WITA. Korban ditemukan mengambang oleh tim yang melakukan penyisiran darat dan air, berjarak sekitar 1 kilometer ke arah hilir dari lokasi awal tempat korban terpeleset saat hendak mengambil bola.
Koordinator Lapangan, Dewa Gede Kerta, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengonfirmasi bahwa korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Kuripan segera setelah ditemukan. “Dengan ditemukannya korban pada hari kedua ini, maka operasi SAR secara resmi kami nyatakan ditutup,” ujar Dewa Gede.
Sinergi Masif Unsur Gabungan
Keberhasilan penemuan korban merupakan hasil kolaborasi masif berbagai instansi dan elemen masyarakat. Operasi ini melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Brimob Polres Lombok Barat, TNI (Koramil Kuripan), BPBD, hingga relawan dari Tagana, RAPI, dan POC Rescue.
Pencarian dilakukan dengan metode yang komprehensif, mulai dari penyisiran visual di sepanjang bantaran, penggunaan perahu karet, hingga teknik penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram, Bustanil, turut memantau langsung jalannya operasi guna memastikan koordinasi antar-unsur berjalan efektif hingga kasus ini dinyatakan selesai.




