PRAYA — Mayjen TNI Edi Saputra tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, pada Selasa (20/10/2026). Kedatangan perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut menandai dimulainya pelaksanaan tugas resminya sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXX/Rinambora yang baru dibentuk, didampingi oleh jajaran pejabat utama dan rombongan komando.
Pembentukan Kodam XXX/Rinambora sendiri merupakan bagian dari penataan organisasi militer baru yang secara resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari TNI, 5 Oktober 2026. Kehadiran Kodam baru ini diproyeksikan untuk memperkuat benteng pertahanan wilayah serta mengakselerasi koordinasi pengamanan strategis di kawasan Nusa Tenggara Barat.
Menyambut kedatangan pimpinan tertinggi Kodam XXX/Rinambora, Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah, Letkol Arh Mohamad Arifin, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung penuh pelaksanaan tugas Pangdam, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah strategis seperti Lombok Tengah.
Audit Strategis: Pembentukan & Penataan Struktur Kodam XXX/Rinambora 2026
| Vektor Komando | Rincian Substantif & Kesiapan Operasional |
|---|---|
| Pangdam Terpilih | Mayjen TNI Edi Saputra (Tiba di BIZAM Lombok Tengah pada 20 Oktober 2026). |
| Dasar Peresmian Unit | Diresmikan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026. |
| Fokus Penataan Organisasi | Penguatan koordinasi hirarkis dari Kodam, Korem, Kodim, hingga Koramil dan Babinsa di tingkat bawah. |
| Kawasan Strategis Pengamanan | Pengamanan BIZAM, objek vital nasional, serta stabilitas teritorial NTB. |
*Sumber: Kodim 1620/Lombok Tengah / Penerangan Kodam XXX/Rinambora (Data Diolah)
Penataan Hirarki dan Penguatan Komunikasi Teritorial
Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Arh Mohamad Arifin, menegaskan bahwa berdirinya Kodam XXX/Rinambora menuntut penyesuaian tata kelola organisasi dan sinergi rapat di lapangan. Koordinasi terintegrasi antara jajaran Kodam, Korem, hingga Kodim dipastikan berjalan berkesinambungan agar seluruh potensi gangguan keamanan daerah dapat diantisipasi secara cepat.
Selain aspek pertahanan fisik, jajaran kewilayahan akan memprioritaskan pendekatan komunikasi sosial (Komsos) yang ramah dan terbuka bersama Pemerintah Daerah serta seluruh komponen masyarakat. Keberadaan BIZAM dan Kawasan Ekonomi Khusus menjadikan Lombok Tengah sebagai salah satu prioritas pengamanan teritorial demi mendukung kelancaran iklim investasi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.




