SUMBAWA, getnews.co.id — Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset, Prof. Stella Christie, Ph.D., di Kampus Olat Maras, Jumat (9/1/2026). Kehadiran ilmuwan kognitif ternama ini bertujuan untuk memotivasi para dosen muda serta memperkuat visi kampus yang mampu memberikan dampak nyata melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, Prof. Stella menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh menjadi “menara gading”. Kampus harus mampu membangun sinergi antara akademisi, sektor industri, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem riset yang aplikatif dan berkelanjutan.
Matriks Dialog Strategis: Sesi Berbagi Wamenristek Dikti di UTS
Kunjungan ini menyoroti pentingnya peran universitas di daerah dalam mendukung agenda riset nasional.
Strategic Academic Dialogue
Innovation Hub: Olat Maras Campus – UTS
| Tokoh Kunci | Prof. Stella Christie, Ph.D. Wamen Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset |
| Destinasi | Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Kampus Olat Maras, Sumbawa |
| Fokus Utama | Sinergi Multisektor |
| Misi Kunjungan | Penguatan peran Perguruan Tinggi sebagai jembatan antara Industri dan Masyarakat. |
| Audiens Strategis | Dosen Muda & Peneliti UTS (Olat Maras Youth Scholar) |
*geser tabel ke kiri
Inspirasi Bagi Dosen Muda
Sesi berbagi ini menjadi ruang inspirasi bagi para dosen muda UTS untuk terus mengeksplorasi potensi riset di Sumbawa. Prof. Stella mengapresiasi semangat inovasi yang tumbuh di Kampus Olat Maras, mengingat tantangan geografis bukan lagi hambatan di era konektivitas digital. Sinergi multisektor yang diusung diharapkan dapat menjadikan UTS sebagai motor penggerak ekonomi berbasis pengetahuan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Visi Riset Masa Depan
Kunjungan ini juga memberikan sinyal kuat akan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan riset di universitas-universitas swasta yang memiliki fokus teknologi. Dengan adanya arahan langsung dari Kementerian, diharapkan luaran riset dari UTS dapat lebih terserap oleh industri dan memberikan solusi konkret bagi permasalahan sosial-ekonomi masyarakat lokal.




