JAWA BARAT Nusa Tenggara Barat

Wagub Jabar Puji Pemprov NTB “Guru yang Baik” dalam Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

​PRAYA — Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan apresiasi tinggi dengan memuji Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai “guru yang baik” dalam hal menjaga stabilitas harga serta efektivitas pengendalian inflasi daerah. Pujian tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov NTB dan Pemprov Jawa Barat yang berlangsung di Hotel Pullman, Lombok Tengah, pada Selasa (20/10/2026).

​Wagub Jabar menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi momentum berharga bagi Pemprov Jawa Barat untuk menimba ilmu secara langsung dari keberhasilan ekosistem pengendalian inflasi di Bumi Gora. Ia berharap kesepakatan antar-pemerintah daerah ini ditindaklanjuti secara konkret dan terukur melalui aksi nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi dokumen formalitas di atas kertas.

​Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyambut hangat kolaborasi strategis antar-provinsi ini sebagai peluang emas untuk memperkokoh ketahanan pangan, menstabilkan pasokan komoditas pasar, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah di kedua wilayah.

​

Audit Strategis: Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemprov NTB & Jawa Barat

​
Vektor Kerja SamaRincian Substantif & Skema Kemitraan
Lokasi PenandatangananHotel Pullman, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.
Fokus Utama Kerja SamaPengendalian inflasi, penyediaan komoditas pangan, serta peningkatkan ketahanan pangan daerah.
Sektor Peternakan & SDMPertukaran data, transfer teknologi peternakan, dan peningkatan kapasitas SDM antar-wilayah.
Peluang InvestasiNTB membuka ruang luas bagi investor Jawa Barat untuk menanamkan modal di sektor industri peternakan dan olahan komoditas.
​

*Sumber: Biro Adpim Prov NTB (Data Diolah)

Perluasan Investasi Peternakan dan Transfer Teknologi

​Dalam kesepakatan PKS tersebut, Pemprov NTB dan Pemprov Jawa Barat tidak hanya berfokus pada perdagangan komoditas pangan pokok, tetapi juga menyasar integrasi sektor peternakan secara holistik. Melalui skema pertukaran data dan alih teknologi peternakan, kapasitas para peternak lokal diproyeksikan akan meningkat secara signifikan.

​Pemerintah Provinsi NTB secara terbuka menyambut para pelaku usaha dan investor dari Jawa Barat untuk mengembangkan bisnis peternakan berkelanjutan di NTB, guna memasok kebutuhan daging dan hasil ternak nasional yang kian meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *