CEK CUACA GET INFO

NTB Siaga Cuaca Ekstrem: Waspada Banjir, Longsor, dan Gelombang Tinggi > 2 Meter

CITRA SATELIT Cuaca 10/1/2026 (Screenshot BMKG.GO.ID/GETNEWS)

MATARAM, getnews.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai Sabtu (10/1/2026). Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang tiba-tiba yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di seluruh wilayah kabupaten/kota se-NTB.

​Selain ancaman daratan, kondisi perairan juga dalam status waspada. Operator jasa transportasi laut dan nelayan diminta sangat berhati-hati mengingat adanya potensi gelombang tinggi mencapai lebih dari 2 meter di titik-titik strategis penyeberangan dan wilayah pesisir.

Matriks Mitigasi: Sebaran Ancaman Cuaca NTB (10 Jan 2026)

​Peringatan ini mencakup risiko daratan dan perairan yang diperkirakan akan tetap signifikan hingga 10 hari ke depan.

NTB Weather Alert Dashboard: Emergency Metrics
Sektor RisikoDetail Peringatan Dini
Risiko HidrometeorologiHujan Lebat, Petir, & Angin Kencang (Potensi Banjir & Longsor).
Maritime Warning (Gelombang)Tinggi Gelombang > 2 Meter.
Wilayah Perairan KritisSelat Lombok, Selat Alas, Selat Sape (Bag. Selatan), & Samudera Hindia.
Rekomendasi OperasionalPerhatikan Kebersihan Aliran Air & Cek Info BMKG/BPBD secara Berkala.
Sumber: Pusdalops-PB BPBD NTB & BMKG | Update: 10 Januari 2026

Bahaya Maritim: Operator Laut dalam Status Siaga

​Bagi nelayan, operator kapal wisata, maupun feri penyeberangan, BMKG mencatat empat area utama yang memiliki risiko gelombang tinggi: Selat Lombok Bagian Selatan, Selat Alas Bagian Selatan, Selat Sape Bagian Selatan, serta Samudera Hindia di selatan NTB. Gelombang yang melampaui 2 meter sangat berbahaya bagi kapal bertonase kecil dan dapat menghambat jadwal pelayaran logistik antar-pulau.

Instruksi Mitigasi bagi Masyarakat

​Pusdalops-PB BPBD NTB mengimbau warga yang tinggal di wilayah lereng gunung dan bantaran sungai untuk memantau debit air dan kebersihan saluran drainase. “Periode ini merupakan puncak masuknya musim hujan yang dapat memicu hujan ekstrem tiba-tiba,” tulis laporan tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap memantau kanal informasi resmi guna meminimalisir risiko kerugian dalam perencanaan kegiatan dan selalu menjaga kesehatan di tengah fluktuasi cuaca yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *