AMBARA

Rinjani Bukan Bukit Teletubbies: Gubernur Iqbal dan Strategi Menyingkirkan Pendaki “Low Budget”

​SEPERTINYA Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, baru saja menyadari bahwa selama ini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dikelola dengan gaya “eksklusif” yang justru bikin pusing pemerintah daerah saat ada masalah. Dalam audiensi terbaru, sang Gubernur melempar sindiran halus namun menohok: selama ini promosi Rinjani salah arah. Kita menjualnya sebagai lokasi trekking santai, padahal aslinya itu mountaineering tingkat tinggi. Hasilnya? Banyak orang datang dengan ekspektasi mendaki Bukit Teletubbies, lalu kaget saat harus berhadapan dengan medan yang bisa bikin nyawa melayang.

​Gubernur Iqbal ingin mengubah pola main. Beliau mendesak agar pengelolaan Rinjani lebih inklusif—alias jangan jalan sendiri-sendiri kalau tidak mau kena batunya sendirian saat ada kecelakaan. Solusinya? Pak Gubernur punya ide yang mungkin bikin pendaki low budget menangis di pojokan: bikin tiket pendakian jadi mahal, bersertifikat, dan berasuransi tinggi. Tujuannya jelas, mengincar wisatawan mancanegara yang berduit (eksklusif) agar manfaat ekonominya bisa dirasakan warga sekitar lewat BLUD, bukan sekadar mass tourism yang cuma menyisakan sampah dan beban penyelamatan.

​Intinya, Gubernur ingin Rinjani berhenti jadi destinasi “murahan”. Ia mencontohkan bagaimana vertical rescue mandiri Pemprov NTB harus turun tangan saat kecelakaan terjadi karena koordinasi TNGR yang dianggap kurang maksimal. Jika rencana pembukaan pendakian 28 Maret nanti masih menggunakan pola lama, sepertinya Rinjani tetap akan menjadi “simbol kehidupan” yang tata kelolanya masih penuh nyawa yang terancam. Pesannya singkat: kalau mau mendaki Rinjani, siapkan fisik mountaineer dan dompet VIP, karena Rinjani bukan tempat piknik Teletubbies mencari matahari.

AMBARA AUDIT: Rinjani Management Transition 2026
Variabel KebijakanArah Inovasi GubernurLensa Strategis (Mojok Global)
Model BisnisTiket mahal, bersertifikat, asuransi tinggi (Incar Wisman).Strategi ‘Filtering’ pendaki. Mau naik puncak? Buktikan isi saldo ATM dulu.
Koordinasi SektoralTNGR didorong integrasi dengan Pemprov & Pemkab.Kritik keras buat TNGR: Jangan cuma ambil untung, tapi giliran evakuasi titip ke daerah.
Narasi PromosiRebranding dari ‘Trekking’ ke ‘Mountaineering’.Hentikan ilusi Bukit Teletubbies. Rinjani itu kejam, jangan sampai promosinya menyesatkan nyawa.
Sumber: Unit Intelijen GetNews x Humas NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *