GET SPORT

PSSI Dukung Erick Thohir Berantas Predator Seksual Olahraga

Erick Thohir (istimewa/RRI)

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan dukungan terhadap langkah Erick Thohir dalam mencegah dan memberantas predator seksual di lingkungan olahraga Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus kekerasan seksual yang menimpa atlet cabang olahraga panjat tebing dan kickboxing yang kini menjadi perhatian publik.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menegaskan tindakan kekerasan seksual tidak boleh mendapat tempat dalam ekosistem olahraga karena bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas dan integritas.

“Olahraga dibangun di atas nilai sportivitas, saling menghormati, dan integritas. Kekerasan seksual jelas mencederai nilai-nilai tersebut dan tidak boleh mendapat tempat dalam dunia olahraga,” ujar Yunus dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2026).

Yunus berharap aparat kepolisian dapat menangani dua kasus tersebut secara serius, profesional, dan transparan sehingga para korban mendapatkan keadilan.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Menpora yang membuka kanal pengaduan bagi atlet dan berkomitmen mengawal penanganan kasus tersebut.

Menurut Yunus, perhatian pemerintah diharapkan mendorong seluruh federasi olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan bagi para atlet.

“Kita berharap setiap cabang olahraga semakin fokus menjaga keamanan atlet agar kasus seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Senada dengan itu, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Vivin Cahyani Sungkono menegaskan dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman bagi atlet untuk berlatih dan berprestasi.

Ia menilai pelaku kekerasan seksual di lingkungan olahraga harus mendapat hukuman berat agar memberikan efek jera.

“Untuk para predator di dunia olahraga, tidak ada kata toleransi. Kami menuntut hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Vivin.

Menurutnya, hukuman tegas diperlukan agar tidak ada lagi masa depan atlet yang dikorbankan akibat tindakan kekerasan seksual.

PSSI juga mendorong sejumlah langkah pencegahan di lingkungan olahraga, termasuk penguatan regulasi, kode etik, serta edukasi bagi atlet, pelatih, dan ofisial mengenai batasan perilaku profesional.

Selain itu, federasi juga menekankan pentingnya advokasi bagi atlet yang menjadi korban kekerasan agar mereka mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang memadai.

“Kita ingin atlet fokus pada prestasi tanpa dibayangi rasa takut. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama memastikan sistem perlindungan yang kuat benar-benar berjalan,” kata Vivin.

Verified Source: InfoPublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *