JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi menginisiasi lompatan besar dalam sistem pendidikan nasional melalui peluncuran program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) 2026. Program strategis ini dirancang untuk menciptakan jembatan emas antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi guna mencetak talenta global menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam peluncuran hibrid pada Jumat, 27 Maret 2026, menegaskan bahwa SUGT adalah instrumen integrasi ekosistem sains. “Program ini memastikan lulusan kita tidak hanya kuat secara akademik, tetapi memiliki karakter dan daya saing yang diakui universitas terbaik dunia,” ujar Brian.
Target Ekspansi: 80 Sekolah pada 2029
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, merinci ambisi besar di balik program ini. Setelah menjangkau 12 sekolah pada 2025, tahun 2026 ditargetkan penambahan 30 sekolah baru. Pemerintah memproyeksikan sebanyak 80 sekolah akan tergabung dalam ekosistem ini pada 2029, dengan efek pengimbasan (trickle-down effect) yang sudah dirasakan oleh 680 SMA/MA di berbagai daerah.
Program ini melibatkan kolaborasi erat dengan universitas elite dalam negeri seperti UI, ITB, IPB, UNJ, dan Unpad. Intervensi yang diberikan mencakup penguatan kompetensi STEM, riset kolaboratif, hingga pelatihan internasional bagi guru untuk sertifikasi SAT dan IELTS.
Pusat Keunggulan, Bukan Eksklusivitas
Pemerintah menekankan bahwa SUGT berfungsi sebagai hub atau pusat keunggulan, bukan entitas eksklusif yang terpisah. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menyebutkan tiga pilar utama SUGT: pemerataan kesempatan berprestasi, inkubator kepemimpinan, serta penguatan akademik berbasis pengabdian masyarakat.
Pendaftaran SUGT 2026 telah dibuka secara daring mulai 26 Maret hingga 10 April 2026. Seleksi ketat akan dilakukan sebelum pengumuman resmi pada 20 April mendatang. Inisiatif ini didukung payung hukum kuat melalui Inpres No. 7 Tahun 2025 dan Perpres No. 116 Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen “Diktisaintek Berdampak” bagi kemajuan bangsa.
| Parameter Program | Detail Intervensi & Target | Timeline / Status |
|---|---|---|
| Target Partisipasi | +30 Sekolah Baru (Total 80 di 2029) | Tahun Ajaran 2026 |
| Komponen Unggulan | Kurikulum STEM & Sertifikasi Global (SAT/IELTS) | Standar Internasional |
| Mitra Akademik | UI, ITB, IPB, UNJ, Unpad | Integrasi Diktisaintek |
| Periode Seleksi | Pendaftaran daring (Online) | 26 Mar – 10 Apr 2026 |
Verified Source: InfoPublik.id
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
Diplomasi Bantaran Rel: Prabowo dan Politik Sentuhan Langsung



