Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di berbagai daerah. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian, program ini juga dinilai meningkatkan semangat belajar, konsentrasi siswa di sekolah, serta membantu meringankan beban pengeluaran keluarga. Bagi banyak orang tua, terutama dari kalangan prasejahtera, program MBG memberikan kepastian bahwa anak-anak mereka mendapatkan asupan makanan bergizi setiap hari.
Namun, di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan tersebut dalam aksi demonstrasi di Jakarta. Aksi tersebut menilai program MBG telah menggeser fokus pendidikan nasional dan menyampaikan pandangannya bahwa program tersebut sebaiknya dihentikan. Kritik serupa juga disampaikan sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia melalui poster yang menyoroti penggunaan anggaran negara untuk pelaksanaan MBG.
Meski demikian, di lapangan program MBG mulai dirasakan manfaatnya oleh banyak anak dan keluarga. Selain membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian, program ini dinilai meningkatkan semangat belajar, konsentrasi siswa di sekolah, serta membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi keluarga prasejahtera. Pemerintah menilai masukan dan kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi, namun manfaat program bagi masyarakat juga perlu menjadi perhatian bersama.
Di sisi lain, pemerintah mencatat bahwa program MBG telah membantu meningkatkan akses anak terhadap makanan bergizi serta meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Program ini juga dinilai membantu para ibu dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi secara lebih baik.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program agar manfaatnya semakin optimal. “Kami melihat langsung bahwa banyak anak mulai merasakan manfaat program ini, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa MBG dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat pengawasan dan distribusi agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan kuat. “Anak-anak Indonesia harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Salah seorang wali murid di Jakarta Timur, Siti Aminah, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Sekarang anak saya lebih semangat sekolah karena mendapat makanan bergizi setiap hari. Kami sebagai orang tua juga merasa sangat terbantu,” ungkapnya.
Selain itu, seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Yohanes Elopere mengaku senang dengan program MBG yang mulai dirasakan di sekolahnya.
“Sekarang kami bisa makan bersama di sekolah dan lebih semangat belajar setiap hari,” katanya.
Pemerintah juga mencatat adanya peningkatan partisipasi sekolah dan antusiasme masyarakat terhadap program ini di berbagai daerah. Selain memberikan manfaat kesehatan, MBG dinilai membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa dan mendukung aktivitas pendidikan sehari-hari.
Pemerintah menegaskan bahwa berbagai masukan dari masyarakat akan terus dijadikan bahan evaluasi dalam memperbaiki pelaksanaan program. Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa fokus utama tetap pada keberlanjutan manfaat program bagi masyarakat luas.




