PRESIDEN PRABOWO Subianto kembali mengeluarkan kutipan ikonik yang langsung membuat para ekonom garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Menanggapi kekhawatiran publik soal nilai tukar rupiah yang makin melemah terhadap mata uang Paman Sam, Pak Presiden dengan santai berujar, “Rakyat di desa enggak pakai dollar kok.”
Pernyataan yang disampaikan lewat tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (16/05/2026) ini bak angin surga yang penuh kepasrahan. Secara harfiah, ucapan Pak Presiden memang 100 persen akurat. Belum pernah ada ceritanya warga Desa Nglundo di Nganjuk beli tempe mendoan atau bayar sewa traktor pakai lembaran uang kertas bergambar Benjamin Franklin. Semua tetap pakai gambar pahlawan nasional kita, dong.
Efek Domino yang Nggak Pilih-Pilih Dompet
Namun, mari kita bedah logika sederhana ini dengan kacamata realitas warung kopi. Memang betul wong deso tidak memegang fisik mata uang asing tersebut. Masalahnya, kedelai buat bikin tahu-tempe itu impor, pupuk sebagian bahan bakunya impor, dan bensin buat mesin giling padi juga harganya terikat minyak mentah dunia yang transaksinya—kebetulan sekali—pakai dolar.
Jadi, ketika nilai tukar garuda keok, harga bahan baku ikutan meroket. Produsen tahu di desa terpaksa memperkecil ukuran dagangannya sampai setipis kartu ATM. Ujung-ujungnya, rakyat di desa tetap “membayar” dampak kenaikan tersebut, walau di dompet mereka cuma ada uang pas-pasan berwarna serba abu-abu atau bagian dari kembalian receh.
Audit Strategis: Retorika Mata Uang vs Realitas Pasar
Penutup: Selamat Menikmati Rupiah
Pada akhirnya, kita harus mengagumi optimisme tingkat tinggi dari pemimpin kita ini. Menjaga ketenangan publik di tengah badai ekonomi global itu penting, biar masyarakat tidak ikut-ikutan stres memikirkan angka-angka di bursa efek.
Tapi bagi para bakul dan petani di desa, semoga saja saat harga pupuk dan pakan ternak nanti naik, mereka cukup memperlihatkan potongan video YouTube Setpres ini ke toko bangunan dan pakan, sambil bilang: “Kata Pak Presiden, kita kan nggak pakai dolar.” Siapa tahu dapat diskon.




