AMBARA

Pindah ke Gurun: Saat Mas Anies Memilih Jalur Diplomasi Kurma

​SETELAH PANGGUNG Politik domestik agak mendingan dari hiruk-pikuk pilpres, Anies Baswedan kembali membuat gebrakan yang jauh dari prediksi para pengamat politik warung kopi. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dikabarkan resmi ditunjuk menjadi Dewan Penasihat untuk kota Riyadh, Arab Saudi.

​Ya, Anda tidak salah baca. Langkah ini jelas sebuah lompatan karier internasional yang sangat mentereng. Ketika para rivalnya di dalam negeri masih sibuk konsolidasi partai atau sekadar bagi-bagi jatah kursi sisa komisioner, Mas Anies langsung terbang tinggi menuju jantung modernisasi Timur Tengah. Dari mengurus jalur sepeda di Sudirman, kini dia bakal ikut memikirkan estetika kota di bawah visi Saudi Vision 2030 milik Pangeran MBS.

Gaya Penataan Kota Berbumbu Retorika Indah

​Bagi publik yang merindukan gaya kepemimpinan Anies dengan diksi-diksi estetisnya yang tersusun rapi, penunjukan ini adalah bukti bahwa kemampuan komunikasi politiknya memang laku di pasar global. Arab Saudi, yang saat ini sedang gila-gilaan mengubah citra dari negara gurun konservatif menjadi megakota masa depan, tampaknya butuh sentuhan penasihat yang jago meramu narasi pembangunan yang humanis.

​Bayangkan saja rapat-rapat tata kota di Riyadh nanti. Mas Anies mungkin akan membawa konsep “Maju Kotanya, Bahagia Warganya” ke tingkat internasional menjadi “Progressive City, Grateful Citizens.” Kita tentu berharap konsep sumur resapan tidak ikut dibawa ke Riyadh, mengingat curah hujan di sana sangat jarang, kecuali kalau mau dialihfungsikan jadi bunker penyimpanan air zam-zam bawah tanah.

Aspek StrategisKondisi LapanganAnalisis GetNews
Karier PolitikMenjadi Dewan Penasihat di Riyadh, Arab Saudi.Mengamankan panggung dan relevansi internasional di tengah absennya jabatan politik formal di dalam negeri.
Visi PembangunanKeterlibatan dalam proyek modernisasi tata kota Timur Tengah.Pembuktian kapasitas teknokratis berskala global sekaligus membangun portofolio diplomatik yang kuat.
Efek DomestikMenjaga basis pendukung loyal dengan pencapaian luar negeri.Strategi investasi politik jangka panjang (keep warm) guna menjaga momentum elektoral di masa depan.
Sumber: Audit Strategis Indonesia Insights – GetNews Premium Format

Penutup: Selamat Bertugas di Tanah Suci

​Langkah Mas Anies ini mengajarkan kita satu hal: kalau pintu di dalam negeri sedang tertutup rapat atau dijaga ketat oleh koalisi gemuk, carilah pintu lain yang lebih besar di luar negeri. Menjadi penasihat di Riyadh jelas lebih berkelas daripada sekadar menjadi komentator politik di media sosial atau sibuk bikin siniar (podcast) mingguan.

​Selamat bertugas di Riyadh, Mas Anies! Jangan lupa, sesekali bisikkan ke telinga para pangeran di sana agar kuota haji untuk Indonesia ditambah lagi, sekalian minta diskon harga minyak dunia biar rupiah kita di dalam negeri tidak makin babak belur dihajar dolar.

Foto cover: Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipercaya menjadi anggota Dewan Penasihat Royal Commission for Riyadh City (RCRC). Lembaga tersebut bertanggung jawab atas pembangunan dan transformasi Kota Riyadh, Arab Saudi. (FB Anies Baswedan/GETNEWS.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *