PANGGUNG POLITIK Amerika Serikat kembali disuguhi aksi teatrikal khas Donald Trump. Presiden AS tersebut secara mendadak menyudahi dan meninggalkan sesi wawancara dalam program legendaris Meet the Press yang ditayangkan jaringan televisi NBC pada Minggu, 7 Juni 2026 waktu setempat.

​Aksi walkout ini dipicu oleh adu argumen sengit antara Trump dan jurnalis senior NBC, Kristen Welker. Ketegangan memuncak saat Welker mempertanyakan kembali klaim usang Trump mengenai sistem pemilu AS yang disebutnya telah “dicurangi”—sebuah narasi yang terus diembuskan sang Presiden tanpa pernah disertai bukti hukum yang valid.

​Bukannya menyodorkan data konkret untuk mematahkan argumen Welker, Trump justru memilih menyerang balik kredibilitas institusi pers. Dengan retorika agresif, ia menuduh industri media arus utama AS bersikap tidak jujur dan ikut bermain dalam memanipulasi opini publik. “Kita ini seperti negara dunia ketiga. Pemilu kalian (media) curang dan kalian juga curang, dan Meet the Press itu curang,” ujar Trump sebelum beranjak dari kursinya.

​Tidak tanggung-tanggung, Trump juga mengabsen sejumlah jaringan televisi raksasa lain seperti ABC, CBS, dan CNN sebagai kelompok media yang dianggapnya berat sebelah. Upaya Welker untuk menahan sang Presiden—dengan mengingatkan bahwa kru produksi telah menempuh perjalanan jauh ke Wisconsin demi wawancara eksklusif ini—sama sekali tidak digubris.

​”Mari kita akhiri saja karena saya sudah muak. Terima kasih. Selamat bersenang-senang,” pungkas Trump ketus. Insiden ini kian menegaskan pola hubungan konfrontatif yang persisten antara Trump dan pers, di mana kritik jurnalistik yang tajam kerap kali direspons dengan label “media curang” dibanding jawaban substansial.

INFORMASI UTAMA

Donald Trump menghentikan sepihak wawancara dengan NBC pasca-debat kusir terkait integritas pemilu dan netralitas media komunikasi di Amerika Serikat. Laporan lengkapnya dapat diakses di Katadata.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *