MENGAITKAN melonjaknya jumlah turis asing di Nusa Tenggara Barat (NTB) melulu dengan ambruknya nilai tukar rupiah adalah jenis kemalasan berpikir yang akut. Narasi bahwa bule-bule mendadak memadati Gili Trawangan atau Kuta Lombok hanya karena dompet mereka mendadak tebal saat dikonversi ke rupiah, tak lebih dari sekadar simplifikasi murahan di meja redaksi.
Faktanya, ada ekosistem pelik yang bekerja di balik isi koper para pelancong. Menjadikan keterpurukan mata uang domestik sebagai jualan utama pariwisata sama saja dengan bangga mengundang tamu ke rumah karena harga sewa tikar kita sedang murah-murahnya.
Secara makroekonomi, pariwisata yang sehat tidak dibangun di atas fondasi kemiskinan sistemik tetangganya. Geliat wisman di Lombok dan Sumbawa belakangan ini adalah hasil dari akumulasi pembukaan rute penerbangan langsung, perbaikan interkoneksi antarpulau, hingga konsistensi penyelenggaraan balapan kelas dunia di Mandalika. Turis bersedia terbang belasan jam bukan karena mereka kalkulator berjalan yang mencari tempat termurah untuk menghabiskan sepuluh dolar, melainkan karena ada nilai pengalaman (experiential value) yang ditawarkan.
Jika pemerintah daerah dan pelaku industri masih betah memelihara pola pikir mass tourism berbasis “wisata murah meriah akibat dolar perkasa”, NTB hanya akan mendapatkan ampasnya: sampah plastik yang menumpuk, eksploitasi air tanah, dan devisa yang menguap kembali ke agen perjalanan asing.
Sudah saatnya orientasi digeser secara radikal menuju pariwisata berkualitas (quality tourism). Turis yang datang harus dipastikan adalah mereka yang siap membelanjakan uangnya untuk industri rumahan, kuliner lokal, hingga penginapan milik warga di lingkar destinasi—bukan tipe pelancong yang membawa mi instan sendiri dari negaranya demi memanfaatkan kurs rupiah yang sedang babak belur.
INFORMASI UTAMA
Sektor pariwisata NTB mencatat pertumbuhan organik yang didorong oleh pembenahan logistik wilayah dan kalender ajang internasional, bukan sekadar insentif fluktuasi kurs. Analisis lengkapnya tersedia di ntbprov.go.id.




