MATARAM — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengintensifkan pencarian terhadap seorang penumpang bernama Masnah, yang dilaporkan melompat dari atas Kapal Motor Penumpang (KMP) di perairan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WITA. Kantor SAR Mataram baru menerima laporan resmi pada Minggu dini hari dan langsung menggerakkan personel ke lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis, menyatakan bahwa kru kapal sebenarnya telah melakukan tindakan darurat sesaat setelah korban terjun ke laut. “Kru KMP sempat melakukan manuver di sekitar lokasi untuk pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan,” ujar Darwis, Minggu, 21 Juni 2026.
Penyisiran Radius Kepulauan
Memasuki hari pertama operasi resmi, tim gabungan memperluas area penyisiran dengan membagi beberapa sektor krusial di Selat Alas. Fokus pencarian menyasar wilayah perairan terbuka hingga gugusan pulau-pulau kecil di sekitar jalur penyeberangan.
Unsur SAR Gabungan yang Terlibat:
- Tim Rescue Pos SAR Kayangan
- Personel TNI AL Lombok Timur
- KP.XXI-1003 Dit Polairud Polda NTB Pos Poto Tano
- KP3 Pelabuhan Poto Tano & Otoritas KMP
Menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), tim bergerak menyisir mulai dari Pelabuhan Laut Labuan Lombok mengarah ke selatan. “Kami menyisir perairan sekitar Pulau Belang, bagian utara Pulau Panjang, Pulau Kelor, Pulau Mandiki, Pulau Genang, Pulau Ular, Pulau Kenawa, Pulau Range, hingga mendekati perairan Pelabuhan Poto Tano,” kata Darwis merinci.
Hingga Minggu siang, operasi penyisiran berskala besar tersebut masih nihil. Karakteristik arus Selat Alas yang dinamis menjadi salah satu perhatian utama tim di lapangan. Sesuai prosedur, operasi penyelamatan ini akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan pemantauan visual dan koordinasi bersama kapal-kapal niaga serta nelayan tradisional yang melintas




