NEWS Nusa Tenggara Barat

Gandeng Chain of Deeds, Siasat Pariwisata Berkelas Pemprov NTB

Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai menggeser jangkar strategi pariwisata daerahnya dari sekadar mengejar kuantitas massal (mass tourism) menuju ceruk pasar yang lebih eksklusif dan bernilai tinggi (quality tourism). Langkah teranyar diambil lewat penjajakan kemitraan strategis dengan Chain of Deeds, sebuah jejaring internasional yang berfokus pada pengembangan komunitas, investasi, dan kolaborasi lintas negara.

​Dalam audiensi resmi, Penjabat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa cetak biru pembangunan pariwisata Lombok dan Sumbawa ke depan harus memberikan efek pengganda (multiplier effect) secara ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Di saat yang sama, ekspansi ini diwajibkan tetap menjaga identitas kebudayaan setempat serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang selama ini melekat sebagai karakter penjenamaan (branding) Lombok.

​Langkah ini mencerminkan taktik jamak destinasi global yang mulai jenuh dengan dampak buruk pariwisata massal. Pemprov NTB kini membidik wisatawan berdoku tebal yang menghargai keberlanjutan dan otentisitas budaya, alih-alih pelancong beranggaran ketat yang minim belanja.

​Sinergi MICE dan Investasi Syariah

​Kolaborasi dengan Chain of Deeds ini diproyeksikan membuka beberapa keran peluang strategis, di antaranya:

  • Pemasaran Global Tersegmentasi: Memperkenalkan Lombok secara agresif kepada jejaring investor dan wisatawan premium di Timur Tengah, Eropa, Australia, hingga Amerika Utara.
  • Penguatan Ekosistem Halal: Menyinergikan pariwisata dengan institusi pendidikan tinggi dan lembaga keuangan syariah global guna memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi Muslim ramah keluarga (Muslim-friendly destination) terkemuka di dunia.
  • Infrastruktur MICE: Mengembangkan fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berskala internasional untuk menarik agenda-agenda korporasi dan diplomatik global.

​Audit Strategis Kemitraan Pariwisata NTB

​Sejauh mana penjajakan ini mampu mereformasi struktur ekonomi sirkular pariwisata di Nusa Tenggara Barat? Berikut adalah proyeksi berbasis indikator tata kelola wilayah:

Dimensi StrategisPola Lama (Mass Tourism)Arah Baru (Chain of Deeds)
Metrik KeberhasilanVolume kunjungan (jumlah kepala)Durasi tinggal & rasio belanja per kapita
Target Pasar UtamaWisatawan umum domestik / regionalKomunitas Muslim premium, filantropis, & investor
Dampak KomunitasMarginalisasi buruh lokalKewirausahaan sosial & pendanaan lintas negara

Perwakilan Chain of Deeds melihat posisi tawar Lombok berada pada ekosistemnya yang aman, religius, sekaligus eksotis. Kemitraan ini direncanakan bakal bermuara pada penyelenggaraan forum dan festival investasi internasional di Mataram, yang mempertemukan para kreator, pelaku usaha, dan lembaga donor global. Bagi NTB, ini adalah momentum penting untuk membuktikan bahwa kesalehan budaya dan pertumbuhan ekonomi tinggi bisa berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *