Lombok Tengah — Tim SAR gabungan mengerahkan teknologi penginderaan udara canggih guna mempercepat pencarian Mustakim (40), seorang warga Dusun Sintung Tengak, Desa Karang Sidemen, yang dilaporkan hilang misterius. Pria tersebut diduga tersesat di dalam lebatnya kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
Operasi taktis yang dipimpin oleh Kantor SAR Mataram ini mengombinasikan penyisiran darat (ground rescue) dengan pemanfaatan pesawat nirawak (drone thermal) pendeteksi suhu tubuh. Langkah ini diambil guna memotong hambatan geografis HKM Karang Sidemen yang memiliki vegetasi rapat dan cakupan wilayah yang luas, di mana pencarian manual konvensional kerap terbentur oleh jarak pandang yang terbatas.
Hingga Sabtu sore, 4 Juli 2026, penyisiran intensif yang melibatkan berbagai unsur vertikal tersebut masih membuahkan hasil nihil. Otoritas memutuskan menghentikan sementara pergerakan taktis di lapangan saat malam tiba akibat tingginya risiko keselamatan tim penyelamat di dalam hutan, untuk kemudian dilanjutkan dengan evaluasi spasial.
Kondisi topografi hutan penyangga di kaki Gunung Rinjani ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tim rescue menetapkan dua pilar strategi pengawasan pada fase awal operasi:
- Saringan Sensor Panas: Memaksimalkan fungsi kamera termal pada drone untuk menembus kanopi hutan lebat, membidik anomali suhu panas yang menyerupai profil manusia di area ceruk atau lereng curam.
- Sinergi Lintas Sektor: Memobilisasi kekuatan personel secara terintegrasi, membagi wilayah pencarian ke dalam beberapa sektor taktis bersama Polres Lombok Tengah, TNI Koramil 1620-07/Batukliang, BPBD, serta jaringan pemuda adat dan masyarakat setempat yang mengenali jalur tradisional hutan.
”Kami telah melakukan penyisiran darat dan pengamatan udara sejak tiba di lokasi. Namun hingga pukul 18.00 WITA, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Operasi sementara kami hentikan untuk dilakukan perencanaan ulang area pencarian esok pagi,” urai Koordinator Lapangan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.




