MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat merilis update prakiraan cuaca serta peringatan dini untuk wilayah NTB yang berlaku pada Senin, 19 Oktober 2026.
Meskipun secara umum seluruh wilayah NTB berada dalam periode puncak musim kemarau yang diperkuat fenomena El Niño dengan peluang hujan harian relatif kecil, dinamika atmosfer lokal masih memicu potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah pada siang hingga sore hari, seperti di wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Bima.
Masyarakat dan pelaku aktivitas bahari juga diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman gelombang tinggi yang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter di wilayah perairan selatan NTB dan Samudera Hindia.
Audit Strategis: Parameter Cuaca & Gelombang Tinggi Wilayah NTB (19 Oktober 2026)
| Indikator Parameter | Rincian Data Prakiraan BMKG / BPBD NTB |
|---|---|
| Rentang Suhu & Kelembapan | Temperatur Udara: 24°C – 37°C | Kelembapan: 44% – 95%. |
| Kondisi Angin & Tekanan | Arah Angin: Selatan – Barat Daya (Kecepatan Maksimal: 37 km/jam) | Tekanan: 1009–1015 mb. |
| Prakiraan Gelombang Ekstrem | 2,5 – 4,0 Meter: Selat Lombok Bagian Selatan, Perairan Selatan P. Lombok, Perairan Selatan P. Sumbawa, Selat Alas Bagian Selatan, & Samudera Hindia Selatan NTB. |
| Gelombang Sedang (1.25–2.5m) | Selat Lombok Bagian Utara & Selat Alas Bagian Utara. |
| Peringatan Krisis & Karhutla | Waspada Hari Tanpa Hujan (HTH) Level Siaga-Awas, hemat penggunaan air bersih, serta hindari pembakaran sampah/pemicu Karhutla. |
*Sumber: Pusdalops PB BPBD NTB / BMKG (Data Diolah)
Imbauan Keselamatan Pelayaran dan Bencana Karhutla
BMKG dan BPBD NTB mengimbau para pengguna jasa transportasi laut, nelayan tradisional, pengelola pariwisata bahari, serta masyarakat pesisir selatan NTB untuk memperhatikan batas keselamatan berlayar mengingat risiko tinggi gelombang laut.
Di daratan, seiring meluasnya daerah berstatus Siaga hingga Awas Hari Tanpa Hujan (HTH), warga diingatkan untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan pemukiman yang dapat memperparah polusi asap. Masyarakat juga diminta tetap mewaspadai potensi kilat/petir serta angin kencang lokal saat perubahan kondisi cuaca secara mendadak.




