Lombok Tengah Peristiwa

Tim SAR Gabungan Gelar Operasi Pencarian Pemancing Jatuh dari Tebing Pantai Lancing Lombok Tengah

​PRAYA — Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian intensif terhadap seorang pemancing yang dilaporkan jatuh dari atas Tebing Jagok Dalem, Pantai Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu (24/10/2026).

​Korban teridentifikasi bernama Awal (35), seorang warga lokal Desa Mekar Sari. Peristiwa naas tersebut dialami korban pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WITA saat memancing bersama tiga rekannya sejak pukul 06.30 WITA di kawasan tebing tercuram perairan selatan tersebut. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terhempas jatuh ke laut dan hilang terseret arus gelombang tinggi.

​Kantor SAR Mataram yang menerima laporan dari pihak BPD Desa Mekar Sari langsung mengerahkan personel Unit Siaga SAR (USS) Mandalika ke titik lokasi kejadian (last known position) menggunakan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melancarkan operasi penyisiran air.

​

Operasi SAR Pemancing Hilang Tebing Jagok Dalem 2026

​
Vektor ParameterRincian Substantif & Kesiapsiagaan Tim SAR
Identitas Korban HilangAwal (35 Tahun), Warga Desa Mekar Sari, Praya Barat, Lombok Tengah.
Lokasi Kejadian (LKP)Tebing Jagok Dalem, Pantai Lancing, Desa Mekar Sari, Lombok Tengah.
Tantangan OperasionalKuatnya arus bawah laut serta tingginya gelombang perairan selatan Lombok.
Unsur Terlibat OperasiUSS Mandalika, Polair Polda NTB, Polres Loteng, Polsek Praya Barat, Babinsa, Damkartan, & Nelayan Lokal.
​

*Sumber: Kantor SAR Mataram / Unit Siaga SAR Mandalika (Data Diolah)

Gelombang Tinggi Jadi Kendala Utama, Pencarian Berlanjut H+1

​Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, I Gde Eka Suarjana, menjelaskan bahwa pencarian hari pertama memfokuskan penyisiran di sekitar radius perairan Tebing Jagok Dalem. Operasi penyisiran laut turut didukung oleh belasan armada sampan serta penyelam tradisional dari komunitas masyarakat nelayan setempat.

​”Kuatnya arus laut serta tingginya gelombang di perairan selatan Lombok menjadi tantangan utama di lapangan,” jelas I Gde Eka Suarjana.

​Hingga pukul 18.30 WITA pada Sabtu sore, upaya penyisiran permukaan belum membuahkan hasil, sehingga operasi pencarian sementara dihentikan dan dipastikan berlanjut kembali pada Minggu pagi dengan perluasan seluas Search and Rescue Region (SRR) perairan pantai selatan.

(Cecev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *