AMBARA

Reuters Bongkar Keretakan Koalisi Prabowo: Saat Kawan Politik “Cuci Tangan” Gara-Gara Menu MBG Bikin Keracunan!

PERINGATAN DUA TAHUN masa jabatan Presiden Prabowo Subianto mendadak makin meriah—tapi bukan oleh kembang api, melainkan oleh “rudal berita” yang diluncurkan pers internasional. Melansir laporan eksklusif dari Reuters, keretakan serius mulai menggerogoti koalisi gemuk Kabinet Merah Putih di Parlemen!

​Pemicunya sangat manusiawi sekaligus tragis: merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden hingga menyentuh angka 44,5% (menurut survei SMRC terbaru Oktober 2026), terjun bebas dari puncak 81% di tahun pertama. Dan biang kerok utama yang membuat para parpol koalisi mulai jaga jarak adalah rederetan kasus keracunan makanan massal dalam program flagship Makan Bergizi Gratis (MBG)!

​Menganalisis Aksi “Pasang Badan vs Jaga Jarak” di Senayan

​Satu dekade politik Indonesia belum pernah menyajikan tontonan sinetron parlemen yang sejelas ini. Laporan Reuters membeberkan dinamika unik di balik panggung politik Senayan:

  1. ​Duo Tiga Parpol Mulai Angkat Kaki: Reuters melaporkan setidaknya tiga partai politik anggota koalisi—yang menguasai lebih dari 25% kursi parlemen—mulai terang-terangan melontarkan ultimatum internal: “Kesetiaan itu ada batasnya!” Elektabilitas partai yang ikut tergerus gara-gara isu MBG memaksa para petinggi parpol mulai memasang jarak aman agar tidak ikut tenggelam di Pemilu 2029.
  2. ​Statistik “99,99% Sukses” vs Perut Mules Siswa: Presiden Prabowo sebelumnya sempat membela program ini dengan menyebut kasus keracunan makanan secara statistik sangat kecil (“99,99% program berjalan sukses”). Namun bagi rakyat di daerah, teori persentase matematika tidak berlaku saat anak mereka harus dilarikan ke puskesmas. Penolakan publik terhadap program MBG pun melonjak hingga 62%!
  3. ​Rentetan Krisis Menyatu di Tahun Kedua: Retaknya koalisi ini melengkapi rentetan “badai” yang mengepung Istana sepanjang Oktober 2026: mulai dari ulasan pedas The Economist, gertakan penyedia indeks MSCI, tudingan M. Lutfi ke Singapura, asap karhutla yang melayang ke Jakarta, hingga heboh redefinisi korupsi ala Opung Luhut.
​

REUTERS COALITION FRICTION MATRIX

Indikator KrisisTemuan / Data Reuters & SMRCDampak Politik & Kebijakan
Rating Kepuasan PrabowoAnjlok ke 44,5% (Oktober 2026) dari 81% (Nov 2025).Menurunnya modal politik Presiden di mata parlemen.
Sikap Mitra Koalisi3 Parpol (25% kursi) mulai ragu & beri peringatan internal.Potensi kerapuhan koalisi menjelang pertengahan 2027.
Isu Utama (MBG)Kasus keracunan makanan & oposisi publik tembus 62%.DEN terbitkan rekomendasi evaluasi total gizi & efisiensi MBG.

Penutup: Waktunya Audit Total, Bukan Sekadar Janji Efisiensi!

​Laporan Reuters adalah alarm nyaring bagi Istana Merdeka. Di saat Presiden Prabowo bertekad memperbaiki program MBG dan menegaskan “saya ingin jadi presiden untuk lihat rakyat sejahtera, kalau tidak saya malu”, tim teknis kementerian harus membuktikan janji itu secara nyata. Jika audit katering dan perbaikan standar gizi MBG tidak segera dibereskan, bukan cuma koalisi parlemen yang bakal kabur—rakyat yang tadinya menaruh harapan besar pun bisa benar-benar balik kanan!

(Emha Firmansyah)

Foto: ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *