Sinetron kolosal “Perang Rating” pasar modal Indonesia resmi mencapai klimaks paling megah. Setelah Ketua Banggar DPR Said Abdullah menyemprit MSCI bukan nabi dan M. Lutfi sibuk spill the tea menuding Mbak Rachel dari GIC Singapura, kini giliran komandan tertinggi Republik yang turun gunung. Melansir kabar hangat dari Bloomberg, Presiden Prabowo Subianto secara tegas melayangkan pesan balik kepada lembaga pemeringkat global MSCI: Indonesia “tidak takut pada siapa pun”!
Pernyataan “Macan Asia” ini membakar lantai bursa tepat beberapa hari setelah MSCI mengancam bakal melempar kasta bursa efek kita dari emerging market ke standalone market—sebuah ancaman gertak yang sempat bikin IHSG terjun bebas 11,57% akibat investor ritel panic selling massal.
Menganalisis Auman Istana: Ketika Sertifikat Lembar Saham Dibentengi Jiwa Patriotik
Gertakan balasan Presiden Prabowo ini menyuguhkan tiga dimensi menarik bagi psikologi pasar keuangan tanah air:
- Stop “Minder” Sama Lembaga Asing: Pesan Prabowo adalah tamparan keras bagi tabiat lama pasar modal domestik yang gampang demam tinggi tiap kali ada kertas analisis dari Wall Street atau Singapura. Kalau asing mau threaten penurunan kasta, Indonesia tidak akan bertekuk lutut memohon-mohon!
- Ditopang “Tangan Gaib” BPI Danantara & Belanja Q4 Rp1.300 T: Keberanian Prabowo pasang dada tentu bukan sekadar gertak sambal. Di belakangnya, BPI Danantara sudah bersiap memborong balik saham-saham BUMN bermfundamental ciamik yang terdiskon gila-gilaan, plus ditopang injeksi APBN Kuartal IV sebesar Rp1.300 triliun dan realisasi investasi 2 tahun yang sudah menembus Rp3.923 triliun!
- Sinergi Redefinisi Korupsi ala Luhut: Keberanian Istana makin komplet setelah Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan redefinisi korupsi berbasis UNCAC. Jadi, saat MSCI menggertak dan bursa bergejolak, para bos BUMN dan Danantara tak perlu takut memborong saham murah tanpa bayang-bayang kriminalisasi “kerugian negara”.
MSCI VS INDONESIA CLASH MATRIX
| Pihak / Aktor | Gertakan / Tindakan | Respon & Counter-Strategy |
|---|---|---|
| MSCI Index Provider | Ancaman downgrade ke Standalone Market status. | Pemicu crash 11,57%, namun memicu akumulasi asing Rp9,18T. |
| Presiden Prabowo Subianto | Pernyataan resmi ke publik & media global (Bloomberg). | Tegas katakan “Indonesia tidak takut pada siapa pun!” |
| BPI Danantara & DEN | Stabilisasi pasar modal & usul reformasi aturan tipikor. | Pasang jaring borong saham BUMN murah & amankan risiko bisnis. |
Penutup: Kirim Pesan Terang, Jangan Mau Dikirim Asap dan Gertakan!
Pernyataan berani Presiden Prabowo adalah angin segar bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dari urusan bursa saham yang coba diintimidasi MSCI, skema pajak holding sawit Singapura yang disemprit M. Lutfi, hingga penataan mafia pangan oleh Kementan/Bareskrim, Indonesia sedang membuktikan bahwa negeri ini punya otot fiskal dan keberanian politik yang solid. MSCI boleh kirim ancaman rating, tapi Indonesia punya jawaban tegas: we are not afraid of anyone!
RECOMMENDED READS: Bloomberg: Prabowo Says Indonesia Is Not Afraid of Anyone After MSCI Threat | IHSG Anjlok 11%: Said Abdullah Semprit Sabda MSCI
Emha Firmansyah/Lilisatya Wati




