
Catut Nama Gubernur dan Wagub untuk Meminta Uang, Pemprov NTB Tegaskan Itu Penipuan
MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan mencatut nama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB demi meminta sejumlah uang, imbalan, atau menjanjikan fasilitas tertentu.
Pemprov NTB menegaskan secara resmi bahwa Gubernur maupun Wakil Gubernur tidak pernah memberikan mandat, kuasa, atau izin kepada individu serta lembaga mana pun untuk meminta imbalan uang, menjanjikan kelulusan pekerjaan, proyek, bantuan hibah, maupun jabatan.
Saat ini, Pemprov NTB tengah mendalami laporan terkait adanya dugaan keterlibatan oknum berinisial DK dalam modus operandi pencatutan nama pejabat daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan tiga poin imbauan utama kepada masyarakat guna mencegah bertambahnya korban:
- Jangan Mudah Percaya: Hindari iming-iming kemudahan pengurusan atau janji jabatan/proyek yang meminta imbalan sejumlah uang.
- Amankan Data Pribadi: Dilarang menyerahkan uang, berkas identitas pribadi, atau dokumen penting kepada pihak yang tidak memiliki identitas serta kewenangan resmi.
- Laporkan Segera: Warga yang merasa menjadi korban atau dimintai uang oleh oknum tersebut diimbau segera melapor ke pihak kepolisian terdekat atau menyampaikan aduan resmi beserta bukti pendukung ke Dinas Kominfotik NTB.
Masyarakat NTB diminta untuk selalu melakukan verifikasi dan mengonfirmasi setiap informasi melalui saluran komunikasi resmi Pemerintah Provinsi NTB.