Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Ilustrasi penilaian kinerja PNS. Ilustrator: HGW
Lombok Timur

Lombok Timur Perketat Disiplin ASN 2026: Bolos Apel Senin, TPP Dipotong 2 Persen

By Redaksi GETNEWS.
9 Januari 2026 2 Min Read
0

​SELONG, getnews.co.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tengah mematangkan regulasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Tahun 2026. Kebijakan baru ini dirancang untuk menjadi instrumen pendorong kinerja sekaligus penguat disiplin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Lombok Timur.

​Dalam rapat koordinasi lintas OPD pada Kamis (8/1/2026), disepakati bahwa pemberian TPP akan didasarkan pada prestasi kerja, inovasi, dan risiko jabatan. Namun, pemerintah juga menerapkan sanksi tegas berupa pemotongan TPP sebesar 2 persen bagi ASN yang tidak mengikuti apel Senin pagi atau upacara hari kerja tanpa alasan sah.

​Matriks Kebijakan: Skema TPP ASN Lombok Timur 2026

​Penetapan besaran TPP mengacu pada kapasitas fiskal daerah dan hasil evaluasi jabatan yang telah divalidasi kementerian terkait.

2026 TPP Policy Roadmap: East Lombok Regency
Indikator KebijakanKetentuan Operasional
Basis PerhitunganMenggunakan Indeks 2024 (Kelas Jabatan, Fiskal, & IKK).
Sanksi IndisiplinerPotongan 2% per pelanggaran (Absen Apel Senin/Upacara).
Proteksi CASNBerhak menerima TPP sebesar 80% sejak SPMT diterbitkan.
Pejabat Plt/Plh/PenjabatTambahan TPP untuk masa tugas minimal 1 bulan kalender.
Sumber: BPKAD Lombok Timur | Update Kebijakan Januari 2026

Fokus pada Jabatan Berisiko Korupsi

​Salah satu poin krusial dalam pembahasan ini adalah validasi jabatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap potensi korupsi. ASN pada posisi-posisi strategis ini akan mendapatkan perhatian khusus dalam evaluasi jabatan guna memastikan besaran TPP yang diberikan sebanding dengan tanggung jawab dan risiko yang diemban, sekaligus sebagai instrumen pencegahan praktik pungutan liar.

​Transparansi dan Keadilan Fiskal

​Pemkab Lombok Timur menegaskan bahwa kebijakan ini disusun secara objektif dan transparan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Pemberian TPP bukan sekadar hak normatif, melainkan penghargaan bagi mereka yang inovatif dan memiliki kinerja tinggi. Dengan aturan yang lebih rinci, termasuk untuk CASN dan pejabat rangkap jabatan, diharapkan tidak ada tumpang tindih dalam pembayaran tunjangan di tahun anggaran 2026.

   
        Baca juga:                     “Miq Iqbal Intervensi Kemiskinan Ekstrem: Malaka Jadi Proyek Percontohan “Desa Berdaya””            
   
➜
Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

ASNASN LOMBOK TIMURBOLOS APEL
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Jembatan bailey (infopublik/getnews)
Previous

Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Hingga 22 Januari

Jalaludin Rumi (The Ethics Centre/getnews)
Next

Riba Cinta: Ketika Memberi Harus Berlipat Ganda

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP