Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai panduan nasional agar proses pendidikan tetap berjalan efektif, sekaligus menjadi ruang penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. (Foto: Dok Kemendikdasmen)
NEWSPENDIDIKAN

Pemerintah Terbitkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Fokus pada Karakter

By Redaksi GETNEWS.
17 Februari 2026 2 Min Read
0

​JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri resmi menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini menjadi panduan nasional untuk menjaga efektivitas pendidikan sekaligus memperkuat aspek spiritualitas peserta didik di seluruh Indonesia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa regulasi ini dirancang agar proses belajar tetap bermakna namun tidak membebani siswa. “Ramadan adalah momentum penting untuk membentuk karakter, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui pengaturan yang adaptif dan humanis,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Februari 2026.

​Skema Pembelajaran Bertahap

Dalam SEB tersebut, pemerintah menetapkan pembagian waktu yang spesifik selama bulan suci:

  • ​18–21 Februari 2026: Pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga dan masyarakat dengan penugasan yang meminimalkan penggunaan gawai.
  • ​23 Februari – 14 Maret 2026: Kegiatan belajar kembali ke satuan pendidikan dengan penguatan aktivitas religi seperti pesantren kilat dan bimbingan rohani.
  • ​16–27 Maret 2026: Libur bersama Idulfitri.
  • ​30 Maret 2026: Pembelajaran normal kembali dimulai.

​Selain pengaturan jadwal, SEB ini mewajibkan kepala satuan pendidikan untuk menyesuaikan intensitas kegiatan fisik dan memperkuat asesmen formatif. Sekolah juga diminta memberikan perhatian khusus pada peserta didik berkebutuhan khusus serta menjaga keamanan aset selama masa libur panjang.

​Menteri Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada sinergi antara sekolah dan keluarga. Orang tua didorong untuk mendampingi anak dalam mempraktikkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta melindungi mereka dari risiko kekerasan dan eksploitasi selama masa pembelajaran mandiri.

​

Audit Strategis GetNews

Parameter KebijakanVonis Analisis
Fleksibilitas KurikulumAdaptif. Pengurangan aktivitas fisik dan peralihan ke penugasan mandiri menunjukkan sensitivitas regulasi terhadap kondisi biologis siswa yang berpuasa.
Digital DetoxLangkah meminimalkan penggunaan gawai pada fase awal Ramadan adalah upaya taktis untuk mengembalikan fokus siswa pada interaksi sosial dan spiritualitas nyata.

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

DPR Desak Polisi Usut Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Verified Source: InfoPublik.id

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

PANDUAN BELAJAR RAMADAN 2026SEBSEB PEMBELAJARAN RAMADAN 2026SURAT EDARAN BERSAMA
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Sasana Iwang Boxing Camp (IBC) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sukses menegaskan posisinya sebagai kiblat tinju di Nusa Tenggara Barat. Dalam ajang Eternal Fight Show 2, yang digelar di GOR Mampis Rungan Sumbawa pada 14-16 Februari, sasana asal Bumi Pariri Lema Bariri ini berhasil menyabet dua medali emas dan satu perak, serta mengantar satu atletnya menembus kancah internasional (GETNEWS.)
Previous

IBC KSB Dominasi Eternal Fight Show 2, Odo Melenggang ke Sabuk WBC Asia

Next

Mainan Baru Oknum di NTB: Sulap Anggaran Lewat SIPD dan Grup WhatsApp

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP