Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
  • AMBARA
  • ANALISIS GETNEWS
  • INSIDE INDONESIA
  • GET !NSIGHT
  • GET SPORT
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • GET CORNER
  • OASE
  • LITERASI ANOMALI
  • NEWS
Close

Search

Pada Selasa, 3 Maret 2026, Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer dijuluki Blood Moon akan mencapai puncaknya, bertepatan dengan momen berbuka puasa di wilayah Indonesia bagian barat. (Istimewa)
GET CORNER

Ramadan Kelabu: Fenomena Blood Moon 3 Maret di Langit Indonesia

By Redaksi GETNEWS.
1 Maret 2026 1 Min Read
0

​JAKARTA – Masyarakat Indonesia bersiap menyambut fenomena astronomi langka yang akan menghiasi langit bulan suci Ramadan. Pada Selasa, 3 Maret 2026, Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer dijuluki Blood Moon akan mencapai puncaknya, bertepatan dengan momen berbuka puasa di wilayah Indonesia bagian barat.

​Plt. Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat konfigurasi presisi antara matahari, bumi, dan bulan. “Cahaya matahari terhalangi bumi, namun atmosfer kita membiaskan cahaya merah melalui hamburan Rayleigh, membuat bulan tampak berwarna merah pekat,” jelasnya dalam Podcast BMKG, Sabtu (28/2).

​

Strategic Audit: Lunar Eclipse Timeline (WIB)

Fase GerhanaWaktu EksekusiVonis Pengamatan
Gerhana Sebagian16.40 WIBPARTIAL SHADOW
Puncak Blood Moon18.03 WIBTOTALITY (MAGENTA)
Akhir Fenomena21.00 WIBFULL EXIT

Analisis Investigatif: Sains di Balik Mitos

​Meskipun secara visual dramatis, BMKG menegaskan bahwa GBT adalah murni peristiwa mekanika langit. Dampak fisik yang nyata hanyalah kenaikan pasang surut air laut akibat gaya gravitasi bulan yang mencapai puncaknya. Fenomena ini aman diamati tanpa alat bantu kacamata khusus, berbeda dengan gerhana matahari yang berisiko merusak retina.

​Secara sosiokultural, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengabaikan narasi takhayul. Alih-alih mempercayai mitos “bulan dimakan raksasa” atau larangan bagi ibu hamil, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana (Kusuf) sebagai bentuk refleksi spiritual, mengingat kejadian ini bertepatan dengan bulan Ramadan.

BACA JUGA:

Rinjani Bukan Bukit Teletubbies: Gubernur Iqbal dan Strategi Menyingkirkan Pendaki “Low Budget”

Verified Source: InfoPublik.id

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

BLOOD MOON
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Arundhati Roy penulis buku The God of Small Things (GETNEWS./istimewa)
Previous

The God of Small Things: Saat Cinta Terbentur Tembok Kasta

Next

Hilirisasi Lobster: Strategi KKP Memutus Rantai Penjualan Benih

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP