
Persiapan PON 2028: KONI NTB Optimis Pemerintah Pusat Intervensi Anggaran dan Pembenahan Venue
MATARAM — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Terpilih, H. Mohan Roliskana, mengutarakan optimismenya bahwa pemerintah pusat tidak akan lepas tangan terkait kebutuhan anggaran dan pembenahan infrastruktur persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di mana NTB menjadi salah satu tuan rumah.
Isu kesiapan NTB dalam menyongsong pesta olahraga multi-event terbesar nasional tersebut tengah menjadi sorotan publik menyusul keterbatasan kapasitas fiskal daerah serta perlunya pembenahan fasilitas arena pertunjukan (venue) yang belum memadai.
KONI NTB menilai estimasi kebutuhan dana yang mencapai angka Rp1 triliun tidak akan dibebankan secara penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB semata.
Audit Strategis: Kesiapan Tuan Rumah & Strategi Anggaran PON XXII 2028 (NTB)
| Vektor Parameter | Rincian Substantif & Langkah Strategis KONI NTB |
|---|---|
| Peran Kepemimpinan | Ketua Umum KONI NTB Terpilih, H. Mohan Roliskana (Wali Kota Mataram). |
| Status Kebijakan Anggaran | Mendorong intervensi APBN / Pemerintah Pusat agar beban anggaran tidak memberatkan fiskal daerah. |
| Target Prestasi & Penyelenggaraan | NTB menargetkan masuk Top 5 Perolehan Medali Emas nasional & sukses kepanitiaan PB PON. |
| Fokus Kerja Jangka Pendek | Penyelesaian SK Legalitas Kepengurusan KONI NTB & pemetaan penataan venue cabang olahraga. |
*Sumber: Wawancara Ketua KONI NTB (Data Diolah per 3 November 2026)
Minta Intervensi APBN demi Pembenahan Venue Pertandingan
H. Mohan Roliskana mengutarakan bahwa perhelatan PON pada hakikatnya merupakan agenda olahraga skala nasional. Oleh karena itu, skema penganggaran sudah selayaknya mengandalkan sinergi rapat antara pemerintah daerah, panitia besar (PB) PON, dan Kementerian/Lembaga terkait di tingkat pusat.
”Kalau betul kebutuhan angka itu sampai Rp1 triliun, tentu akan sangat berat bagi daerah dan tidak mungkin merogoh kocek APBD terlalu dalam. NTB masih memiliki persoalan fiskal lain yang perlu ditangani. Karena itu, KONI NTB bersama Pemprov dan PB PON akan berupaya melobi pusat agar ada intervensi dana untuk penyempurnaan venue yang ditetapkan,” jelas Mohan pada Senin (2/11/2026).
Sinergikan Target Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi Lima Besar
Di samping tantangan penyediaan sarana prasarana, NTB memasang target prestasi yang ambisius pada pesta olahraga empat tahunan tersebut, yakni menembus posisi lima besar daerah peraih medali emas.
Mohan menekankan bahwa PB PON dan KONI NTB memiliki pembagian peran yang saling melengkapi. PB PON berfokus pada sukses kelancaran penyelenggaraan dan infrastruktur pendukung, sementara KONI NTB bertanggung jawab penuh atas kesiapan teknik serta pembinaan atlet daerah.
Dengan durasi persiapan yang masih tersisa sekitar dua tahun, KONI NTB optimis dapat merampungkan seluruh peta jalan pembenahan cabang olahraga yang telah dijadwalkan digelar di wilayah Nusa Tenggara Barat.
(Aziz S.)
Foto: istimewa