
Roy Suryo dan Ijazah Jokowi: Komedi Putar yang Enggan Berhenti Berputar
Dunia politik dan ruang sidang Indonesia memang tak pernah kehabisan stok hiburan. Di saat rakyat sibuk memikirkan harga bahan pokok yang merayap naik, panggung drama persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyajikan babak baru yang tak kalah menggelitik.
Presiden ke-7 RI Joko Jokowi sengaja hadir dan menunjukkan wujud fisik ijazahnya di hadapan majelis hakim serta pengunjung sidang. Sebuah gestur yang dalam nalar awam seharusnya menjadi pemungkas atau titik akhir dari misteri panjang soal tuduhan “ijazah palsu” yang bertahun-tahun diperdebatkan di ruang publik.
Namun, bukan dinamika persidangan namanya kalau berjalan lurus tanpa kelakar.
Duduk di kursi terdakwa, Roy Suryo—pakar telematika yang namanya tak pernah absen dari isu-isu beraroma analisis piksel—melontarkan celetukan spontan yang ringkas namun menohok: “Wong palsu kok!”
Respon ini sungguh menarik. Di satu sisi, ada usaha pembuktian fisik secara langsung dengan dokumen di tangan. Di sisi lain, ada penolakan ketat yang rasanya tidak akan luntur begitu saja, apa pun bukti yang disodorkan. Situasi semacam ini menciptakan semacam lingkaran setan perdebatan yang unik: jika bukti tidak ditunjukkan dianggap bersembunyi, tapi ketika bukti fisik dipamerkan secara terbuka, keabsahannya tetap diragukan dengan satu lirikan mata.
Fenomena persidangan ini memperlihatkan betapa sebuah keyakinan politik acap kali bekerja melebihi dokumen legal bertanda tangan dan berstempel resmi. Di titik tertentu, fakta tak lagi dinilai dari fisik kertas atau tinta yang melekat padanya, melainkan dari sudut pandang mana seseorang memilih untuk percaya.
Pada akhirnya, pameran ijazah di ruang sidang hari ini mungkin berhasil menyelesaikan satu aspek formalitas hukum. Tetapi bagi mereka yang sudah terlanjur berinvestasi pada narasi kesangsian, lakon ini tampaknya belum akan selesai. Narasi akan terus berputar, celotehan akan tetap terlontar, dan kita sebagai penonton hanya bisa duduk manis sembari menikmati babak demi babak komedi politik yang tak kunjung usai ini.
Foto: GETNEWS./Fath O’/ist