Skip to content
getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

getnews.001 White logo GETNEWS.co.id

CLARITY IN EVERY INSIGHT

  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
  • FREE PALESTINE
  • INSIDE INDONESIA
  • AMBARA
  • GET INSIGHT
  • GET SPORT
  • GET CULTURE
  • GET PLANET
  • GET INFO
  • GET DATA
  • OASE
  • NEWS
  • NTB
Close

Search

GET INSIGHTHERITAGE

Mengurai Bo’ Sangaji Kai: Catatan Peradaban dan Memori Dunia dari Bima

By Redaksi GETNEWS.
8 November 2026 3 Min Read
0

Menelisik isi, sejarah penulisan, dan keagungan hukum naskah kuno Kesultanan Bima yang diakui UNESCO MOWCAP 2026.

BIMA — Dalam tradisi masyarakat Bima (Mbojo), Bo’ berarti buku atau catatan, sementara Sangaji Kai mengacu pada raja atau sultan. Secara harfiah, Bo’ Sangaji Kai adalah Catatan Kerajaan—sebuah himpunan manuskrip bersejarah yang menjadi saksi bisu dinamika pemerintahan, hukum, hingga peristiwa alam maha dahsyat di Nusantara era abad ke-17 hingga ke-19.

​Naskah yang ditulis menggunakan aksara Arab-Melayu (Serang/Jawi) ini bukan sekadar catatan taksonomi kekuasaan biasa. Keotentikan dan kedalaman informasinya secara resmi membawa naskah kuno Kesultanan Bima ini masuk dalam Register Regional Memory of the World Asia-Pacific (MOWCAP) UNESCO 2026.

​Sejarah Penulisan dan Tradisi Catatan Kerajaan

​Tradisi pencatatan Bo’ Sangaji Kai diperkirakan dimulai sejak era Sultan Bima pertama yang memeluk Islam, Sultan Abdul Kahir (abad ke-17), dan terus dilanjutkan secara berkesinambungan oleh para sekretaris istana (jurusurat) hingga abad ke-19.

​Pena para jurusurat istana mencatat secara detail setiap dinamika di Istana Asi Mbojo. Naskah ini berfungsi sebagai buku harian resmi Kesultanan Bima yang mencatat silsilah raja-raja, pengangkatan pejabat istana, ikrar perjanjian, hingga hubungan diplomatik internasional dengan Kesultanan Gowa, VOC Belanda, dan kesultanan lain di kepulauan Nusantara.

Mengurai Isi Utama Manuskrip

​Naskah Bo’ Sangaji Kai menyimpan rincian informasi sejarah yang sangat kaya. Beberapa bagian paling monumental di dalamnya meliputi:

  1. Rekam Jejak Diplomasi Regional: Mencatat traktat, surat-menyurat diplomatik, serta posisi geopolitik Kesultanan Bima dalam percaturan perdagangan dan pertahanan laut Nusantara.
  2. Saksi Mata Bencana Gunung Tambora (1815): Salah satu bagian naskah yang paling menyita perhatian dunia adalah kesaksian langsung dari sudut pandang lokal mengenai letusan dahsyat Gunung Tambora pada April 1815. Naskah ini merekam hujan abu, kegelapan yang menutupi bumi, hingga dampak krisis pangan yang menghantam wilayah Bima dan sekitarnya.
  3. Hukum Adat & Pelindungan Hak Perempuan: Berbeda dengan tradisi patriarchal kuno pada umumnya, Bo’ Sangaji Kai memuat tata hukum kesultanan yang tergolong amat maju. Naskah ini mencatat aturan khusus mengenai pelindungan hak-hak perempuan, hak atas kepemilikan harta, hingga posisi terhormat perempuan dalam struktur adat Mbojo.
  4. Catatan Keagamaan & Sistem Nilai Islam: Merekam perkembangan hukum Islam yang diintegrasikan secara harmonis dengan adat istiadat (hadat) lokal Bima.
ANATOMI NASKAH

Struktur & Nilai Historis Bo’ Sangaji Kai

GETNEWS HERITAGE
Dimensi NaskahDeskripsi & Karakter UtamaSignifikansi Peradaban
Bahasa & Aksara Bahasa Melayu Klasik & Bahasa Bima (Mbojo) dengan ortografi aksara Arab-Melayu (Serang). Bukti keterhubungan kosmopolitan Kesultanan Bima dengan pusat literasi Melayu-Nusantara.
Saksi Erupsi Tambora 1815 Catatan kontemporer mengenai peristiwa letusan Gunung Tambora, gelombang tsunami, dan kehancuran tiga kerajaan. Dokumen primer ilmu sejarah dan vulkanologi global atas bencana iklim terbesar abad ke-19.
Hukum & Gender Klausul perlindungan hak sipil dan waris bagi perempuan dalam sistem peradilan adat Bima. Menepis pandangan umum bahwa sistem peradilan tradisional Nusantara selalu mengabaikan hak-hak gender.
Sumber: Filologi Manuskrip Bima & Riset Keredaksian GETNEWS (2026) GETNEWS INSIGHT © 2026

Relevansi dan Warisan Masa Depan

​Ditetapkannya Bo’ Sangaji Kai dalam memori dunia UNESCO MOWCAP 2026 menjadi bukti bahwa kawasan timur Nusantara memiliki tradisi keaksaraan dan birokrasi pemerintahan yang sangat matang.

​Bagi generasi muda hari ini, mempelajari Bo’ Sangaji Kai bukan sekadar membaca romantisme masa lalu. Manuskrip ini menyajikan fondasi etika kepemimpinan, pentingnya kesadaran menjaga lingkungan, serta penghormatan atas hak asasi yang telah dipraktikkan masyarakat Mbojo ratusan tahun lalu. 

SUMBER DATA & REFERENSI BERITA:

  • Dokumentasi GETNEWS: GETNEWS.co.id — Bo’ Sangaji Kai Diakui UNESCO, Gubernur Iqbal Dorong Pengintegrasian ke Kurikulum Pendidikan
  • Register Internasional: Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) UNESCO 2026.
  • Kajian Filologi & Sejarah: Museum Samparaja Bima & Arsip Naskah Kesultanan Bima.

Tim GET INSIGHT

Foto: Keluarga Sultan Bima Tahun 1910 di Batavia (Wikipedia/ist/GETNEWS.)

Distribute Strategic Insight
WHATSAPP
X-POST
FACEBOOK

Tags:

Apa itu Bo Sangaji KaiBo Sangaji KaiCatatan Erupsi Tambora 1815Erupsi Tambora 1815Hukum Adat BimaKESULTANAN BIMAManuskrip KunoNaskah Kuno Bima UNESCOSejarah BimaSejarah Kesultanan BimaUNESCO MOWCAP 2026
Author

Redaksi GETNEWS.

Follow Me
Other Articles
Previous

Mataram Police, Military, and Municipal Forces Conduct High-Scale Joint Patrol to Secure Regional Stability

No Comment! Be the first one.

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • get privacy
    Copyright 2026 GETMEDIA GROUP