Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 32
Oleh: M Hero Firmansyah Komodifikasi Kesadaran di Meja Besi Dua kalender hari pasca-keputusan garis demarkasi ketiga diambil, pintu sel isolasi Rian diinterupsi lebih awal dari jadwal reguler birokrasi lapas. Manusia yang melangkah masuk ke dalam…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 31
Oleh: M Hero Firmansyah Demarkasi Ketiga Fajar berikutnya merayap membelah lembaga pemasyarakatan dengan ketegangan yang kian pekat. Ibu Rian kembali duduk di balik partisi kaca tebal, matanya menyiratkan kalkulasi penuh harap. Rian duduk tegak, binar…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 30
Oleh: M Hero Firmansyah Manifes di Balik Kaca Fajar di penjara terasa hambar. Rian digiring ke ruang kunjungan, di mana hawa dingin statis menyambutnya. Di balik sekat kaca tebal, duduk seorang wanita paruh baya dengan kerudung sederhana. Namun, siang…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 29
Oleh: M Hero Firmansyah Kelas Bawah Tanah Sel isolasi itu sempit, beraroma pekat amonia dan diterangi lampu pijar yang berkedip konstan. Rian duduk bersila di lantai beton, memindai coretan keputusasaan di dinding sel. Tiga hari mendekam di balik…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 28
Oleh: M Hero Firmansyah Etiket Birokrasi di Ambang Fajar Pasukan negara merangsek masuk tepat saat cahaya subuh membelah langit dermaga. Tidak ada teriakan atau letusan senjata. Mereka datang dengan jajaran minibus hitam berpelat dinas, melangkah masuk…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 27
Oleh: M Hero Firmansyah Amunisi di Batas Orbit Berbekal unit hard disk dari Pak Gatot, semangat di dalam sel bawah tanah itu kembali menyala laksana sumbu kompor minyak yang baru saja digenangi bahan bakar. Lembar demi lembar data autentik mengenai…
Madilog: Petualangan Pikiran yang Belum Selesai – Bagian 26
Oleh: M Hero Firmansyah Kejutan dari Lapis Kerak Kapital Di dalam kegelapan pekat hutan bakau yang dilingkupi aroma menyengat lumpur rawa, Rian, Arya, dan Pak Min telah mencapai titik terendah ketahanan fisik mereka. Mereka bertiga terduduk lesu di…











