Nusa Tenggara Barat

Konstruksi Atap Kayu Patah, Dua Ruang Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk

MATARAM — Kasus kerentanan infrastruktur pendidikan di Nusa Tenggara Barat kembali memicu alarm bahaya. Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram dilaporkan ambruk secara mendadak. Pemerintah Provinsi NTB bersama otoritas teknis langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi kejadian untuk mengusut akar penyebab kegagalan struktur bangunan tersebut.

​Inspeksi taktis di lapangan dipimpin langsung oleh jajaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB, serta Komisi V DPRD NTB. Peristiwa robohnya atap ruang kelas tersebut terjadi tepat saat jam istirahat sekolah berlangsung, sebuah faktor krusial yang memitigasi timbulnya korban jiwa karena sebagian besar siswa tengah berada di luar ruangan.

​Kendati demikian, sebanyak 5 siswa dilaporkan menjadi korban dengan kondisi luka ringan dan lecet akibat terkena serpihan material. Empat siswa di antaranya telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing, sementara satu siswa hingga kini masih harus menjalani observasi medis serta penanganan pemulihan trauma (trauma healing) secara intensif di rumah sakit setempat. Pemprov NTB menegaskan komitmen fiskalnya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan pendampingan psikologis para siswa terdampak hingga pulih total.

​Hasil forensik struktur dan pemeriksaan awal oleh tim teknis Dinas PUPRPKP menunjukkan adanya patah mekanis pada konstruksi kap atap bangunan. Struktur atap tersebut diketahui masih menggunakan material rangka kayu dengan beban penutup berupa genteng beton yang relatif berat. Tim ahli kini tengah melakukan uji teknis lanjutan guna mengukur kekuatan sisa material bangunan lain di lingkungan SMAN 7 Mataram demi mencegah insiden susulan.

AUDIT STRUKTUR DAN STATUS HUKUM ASET SMAN 7 MATARAM

Dimensi SpesifikasiIdentifikasi Kegagalan Struktur & KorbanStatus Tata Kelola & Anggaran Aset
Konstruksi EksistingPatah pada kap atap rangka kayu akibat beban genteng beton (Bangunan Komite Posisi Tahun 2006).1. Mengalami penundaan eksekusi rehabilitasi pada program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024.

2. Proyek Ruang Kelas Baru (RKB) terkunci dan belum bisa dihuni karena terjerat kasus penanganan hukum.

3. Intervensi APBD penuh dikerahkan untuk mitigasi korban dan audit forensik bangunan sisa oleh PUPRPKP.
Dampak Fatal2 Ruang Kelas ambruk total saat jam istirahat.
Kondisi Siswa5 Siswa luka ringan (4 rawat jalan, 1 observasi medis + pemulihan trauma).

Audit Strategis: Getnews Data Intelligence Unit | Laporan Kelayakan Fisik Sarana Pendidikan NTB, Mei 2026.

​Dari penelusuran rekam jejak aset, bangunan yang roboh tersebut merupakan konstruksi lama yang didirikan pada tahun 2006 melalui skema pendanaan swadaya komite sekolah. Ironisnya, bangunan tersebut sebenarnya telah diusulkan dan masuk dalam daftar prioritas program rehabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada Tahun Anggaran 2024 lalu.

​Di sisi lain, Pemprov NTB juga membeberkan realitas pelik bahwa proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMAN 7 Mataram hingga saat ini belum dapat diserahterimakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Proyek RKB tersebut kini mandek karena sedang terjerat dalam proses penanganan hukum oleh aparat penegak hukum, meskipun secara administratif seluruh anggaran program telah dibayarkan 100 persen kepada pihak ketiga.

​Merespons krisis ini, Gubernur NTB memberikan instruksi direktif yang tegas kepada seluruh jajaran terkait. Gubernur memerintahkan agar prioritas utama saat ini difokuskan pada penanganan medis korban, jaminan keselamatan total seluruh siswa, serta percepatan evaluasi kelayakan bangunan sekolah secara menyeluruh demi mengembalikan rasa aman dan kenyamanan dalam ekosistem pendidikan di Ibu Kota Provinsi.

Editor: Lilisatya Wati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *