Pernah nggak kamu membayangkan bikin buku tebal 400 halaman, mencantumkan nama tokoh-tokoh top di sampulnya, tapi pas ditanya, tokohnya malah kompak bilang: “Lho, memangnya saya ikutan nulis?”
Kejadian kocak nan menggelitik ini resmi mewarnai panggung berita politik nasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan buku berjudul super mencolok: Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.
Melansir ulasan Tempo.co, penerbitan buku ini klaimnya dibuat dengan niat suci dan tujuan yang mulia:
Misi Mulia Buku Tebal 400 Halaman
Berdasarkan penjelasan panitia, ada tiga misi utama yang ingin dicapai dari proyek pencetakan buku raksasa ini:
- Biar Publik Tahu Prabowo Rajin Ibadah: Mengenalkan Sisi Keagamaan Prabowo Subianto yang Selama Ini Tertutup oleh Citra Gemoy dan Ketegasan Militer.
- Koleksi Contoh Nilai Islam Substantif: Membuktikan Bahwa Kebijakan Pro-Rakyat, Dukungan ke Palestina, dan Kepemimpinan Inklusif Adalah Bentuk Nyata Pengamalan Ajaran Islam.
- Penguatan Moderasi Beragama: Mendorong Lembaga Keagamaan Agar Makin Kompak Menggemakan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
Drama Copy-Paste dan Bintang Tamu yang Kaget Sendiri
Niat mulia memang bagus, tapi eksekusi di lapangannya itu lho yang bikin tepok jidat! Bukannya dapat pujian bertubi-tubi, peluncuran buku ini malah panen drama karena urusan etika kepenulisan yang agak mepet:
- Tokoh-Tokoh Auto Bingung: Beberapa nama beken yang dicantumkan sebagai kontributor—seperti TGB Muhammad Zainul Majdi, Gus Kautsar, sampai Yusril Ihza Mahendra—mendadak kompak bikin klarifikasi. Mereka mengaku tidak pernah minta namanya ditulis di buku itu, bahkan sama sekali tidak pernah dihubungi oleh tim penyusun!
- Gaya Ghostwriting Tingkat Dewa: Bayangkan rasanya bangun tidur, tiba-tiba kamu kaget melihat namamu nampang di buku 400 halaman tanpa pernah menulis satu bait paragraf pun. Sakti sekali, bukan?
Pelajaran berharga untuk kita semua dari peluncuran buku ini: kalau mau bikin karya biografi politik yang megah, pastikan dulu syarat yang paling mendasar sudah terpenuhi. Yaitu, tanya izin dulu sama yang punya nama, biar tidak tengsin waktu disentil di depan publik!




