GET DATA STATISTIK

Normalisasi Instan Ekspor Tembaga NTB

GETNEWS.CO.ID, Mataram — Kinerja perdagangan internasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami koreksi tajam pada penutupan paruh pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB melaporkan nilai ekspor pada bulan Mei 2026 anjlok hingga 70,90 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi hanya US$ 15,81 juta dibanding Mei tahun lalu yang mencatatkan US$ 54,32 juta.

​Kendati angka bulanan menyusut drastis, performa kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026 justru menunjukkan tren anomali yang masif. Secara agregat, nilai ekspor NTB melesat hingga 1.045,94 persen mencapai US$ 1.268,92 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di angka US$ 110,73 juta. Lonjakan eksponensial ini merupakan cerminan dari tingginya volatilitas ketergantungan wilayah ini pada komoditas tunggal: konsentrat tembaga.

​Dalam lanskap ekonomi makro NTB, fluktuasi tajam ini menegaskan penyakit klasik ekonomi ekstraktif. Ketika keran pengapalan komoditas tambang tersendat di bulan tertentu akibat siklus produksi atau kendala logistik global, neraca daerah langsung berayun drastis, mengaburkan kontribusi sektor non-tambang yang pertumbuhannya jauh lebih lambat namun stabil.

​Tembaga dan Ketergantungan Pasar Tiongkok

​Pada pengapalan Mei 2026, kelompok barang galian/tambang non-migas, khususnya tembaga, tetap menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang US$ 10,90 juta atau sekitar 68,96 persen dari total porsi ekspor. Di sektor non-tambang, komoditas ikan dan udang mengekor di posisi kedua dengan andil sebesar US$ 3,77 juta (23,85 persen).

​Dari sisi geopolitik dagang, Tiongkok dan Thailand masih mendominasi sebagai pasar tujuan utama ekspor NTB, masing-masing menyerap 37,35 persen dan 35,17 persen dari total pasokan komoditas bulan ini. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Amerika Serikat dengan pangsa pasar mencapai 23,73 persen.

​Neraca Impor yang Mengetat

​Di seberang neraca, aktivitas impor NTB ikut terkoreksi dalam. Nilai impor bulan Mei 2026 menyusut 76,62 persen menjadi US$ 7,81 juta. Kelompok komoditas Karet dan Barang dari Karet menjadi pengisi pos impor terbesar dengan kontribusi mencapai 52,33 persen atau senilai US$ 4,09 juta, disusul oleh barang permesinan dan pesawat mekanik sebesar 21,09 persen. Jepang dan Amerika Serikat tercatat menjadi negara asal pasokan impor terbesar bagi provinsi ini.

​Resume Indikator Perdagangan NTB (Mei 2026)

​Berikut adalah struktur performa perdagangan internasional NTB berbasis data resmi BPS NTB nomor 48/07/52/Th. XX:

Indikator PerdaganganNilai Realisasi (Mei 2026)Pertumbuhan Performa (YoY)
Total Ekspor BulananUS$ 15,81 JutaTurun 70,90%
Ekspor Kumulatif (Jan-Mei)US$ 1.268,92 JutaNaik 1.045,94%
Total Impor BulananUS$ 7,81 JutaTurun 76,62%
Komoditas Ekspor UnggulanTembaga (US$ 10,90 Juta)Pangsa Pasar 68,96%

Anjloknya kinerja impor barang modal dan operasional mengindikasikan adanya perlambatan ekspansi industri manufaktur domestik di NTB dalam jangka pendek. Bagi para perumus kebijakan regional, volatilitas ini mengirimkan pesan transparan: diversifikasi komoditas non-tambang bukan lagi sebuah opsi jangka panjang, melainkan strategi bertahan hidup yang mendesak guna mengamankan stabilitas fiskal daerah dari goncangan pasar komoditas global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *