JAKARTA – Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia di Jakarta. Pertemuan tingkat tinggi ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama menyeluruh serta meningkatkan sinergi pembangunan guna menghadapi ketidakpastian situasi internasional dan praktik hegemonik global.
Kedua negara bersepakat memulai perumusan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia periode 2027–2031. Indonesia mempertegas komitmennya terhadap kebijakan Satu China, sementara pihak China menegaskan posisi strategis Indonesia dalam diplomasi luar negerinya, khususnya di kawasan regional Asia.
Audit Strategis: Pilar Kesepakatan Dialog Strategis Komprehensif RI-China
| Sektor Strategis | Poin Utama Kesepakatan & Tindak Lanjut |
|---|---|
| Kerja Sama Energi & Mineral | Pembangunan kemitraan komprehensif, terbuka, dan hijau pada rantai pasok energi serta sumber daya mineral. |
| Teknologi & Ekonomi Sosial | Perluasan kemitraan di bidang Kecerdasan Buatan (AI) serta program pengentasan kemiskinan. |
| Maritim & Sektor Perikanan | Aktivasi kembali kerja sama perikanan, percepatan kemitraan maritim, serta pendorongan pembangunan bersama. |
| Stabilitas Regional (LCS) | Implementasi penuh Deklarasi Perilaku Para Pihak (DoC) dan percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan. |
| Iklim Investasi & Bisnis | Jaminan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan bersahabat bagi korporasi China di Indonesia. |
*Sumber: Pernyataan Bersama Kemenlu RI & Kemenlu China (Data diolah)
Pertemuan ini menjadi milestone penting dalam memperkuat otonomi strategis serta menjaga kepentingan inti kedua negara. Pertemuan kedua mekanisme dialog strategis ini dijadwalkan bakal digelar di China pada tahun depan.




