JAKARTA – Perguruan tinggi di Indonesia kembali membuktikan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nyata dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui ajang Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026, sejumlah universitas terkemuka seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Pasundan (Unpas) menampilkan berbagai terobosan teknologi mitigasi dan respons darurat.

​Pameran ini mempertemukan beragam pendekatan penguatan resiliensi nasional—mulai dari sistem peringatan dini berbasis real-time, desain bangunan tahan gempa berstandar internasional, hingga perangkat portabel pemadam kebakaran dan penjernih air untuk situasi krisis.

Strategic Audit: Inovasi Mitigasi Bencana Perguruan Tinggi di ADEXCO 2026

Perguruan TinggiProduk Inovasi & Teknologi UtamaFokus & Spesifikasi Teknis
Universitas Gadjah Mada (UGM)DENILO (Longsor) & DENIJI (Banjir)Sistem peringatan dini real-time terintegrasi, jalur komunikasi ganda (GSM/SMS & Internet), indikator visual lampu sorot untuk disabilitas pendengaran, serta program Sekolah EWS.
Universitas Indonesia (UI)Bifurca Tower (EERI SDC 2026)Desain bangunan tahan gempa menggunakan Negative Stiffness Friction Damper; meraih peringkat ke-6 dunia di Portland, Oregon, AS.
Universitas Pasundan (Unpas)Portable Fire Pump (PFP) & Penjernih AirAlat pemadam kebakaran gendong seberat 13 kg (kapasitas semprot 80 liter/menit, jangkauan 25 meter horizontal) dan prototipe penjernih air darurat.

*Source: ADEXCO 2026 (Processed Data)

Kehadiran berbagai karya anak bangsa ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dan riset akademis mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari fase pra-bencana hingga proses pemulihan pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *