MATARAM — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional untuk inisiatif Ruang Bersama Indonesia. Program ini diresmikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Pendopo Gubernur, Jumat (17/04/2026).
”Ruang Bersama Indonesia” dirancang sebagai platform kolaborasi akar rumput yang mengintegrasikan pendamping desa, tenaga sosial, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sosial secara kolektif, bukan sektoral.
Pemberdayaan Ekonomi: Memutus Akar Masalah Sosial
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kerentanan perempuan dan anak di NTB, seperti pernikahan dini dan narkoba, berakar pada kemiskinan dan pola asuh yang terganggu. Sebagai solusi konkret, Pemprov NTB mengaitkan perlindungan ini dengan program Desa Berdaya dan KUR PMI.
”Perlindungan keluarga pekerja migran yang ditinggalkan di desa menjadi prioritas. Program KUR PMI tidak hanya memfasilitasi keberangkatan, tetapi menyediakan skema tabungan agar mereka mandiri secara ekonomi setelah kontrak berakhir,” jelas Miq Iqbal. Selain itu, penguatan birokrasi dilakukan melalui penggabungan Dinas DP3AP2KB ke dalam Dinas Sosial guna sinkronisasi data dan intervensi.
BACA JUGA ARTIKEL NTB LAINNYA:
Marvelous Wastra NTB: Bukan Sekadar Peragaan BusanaSAPA 129 dan Kolaborasi Tanpa Sekat
Menteri Arifah Fauzi menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar kementerian tidak bekerja sendiri-sendiri. Ia mendorong penguatan peran PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak layanan di desa.
”Kami ingin memastikan masyarakat tidak bingung melapor. Layanan SAPA 129 hadir sebagai kanal terpadu untuk kekerasan terhadap perempuan, anak, hingga laki-laki,” tegas Menteri Arifah. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov NTB yang berhasil menurunkan angka pernikahan anak secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai bentuk pengakuan atas komitmen daerah, Menteri PPPA menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh strategis, termasuk Kajati NTB Wahyudi, SH, MH; Direktur Reserse PPA Polda NTB Kombes Ni Made Pujewati; Rektor Unram Prof. Sukardi; serta Joko Jumadi dari LPA Kota Mataram.
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:
The Drama (2026) – Kristoffer Borgli



