PRAYA — Struktur kepengurusan partai politik di tingkat tapak terus memacu implementasi program investasi sosial jangka panjang (long-term social investment) berbasis pemenuhan hak-hak dasar kesehatan publik. Memperingati momentum Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pengobatan gratis secara massal di Gumi Tatas Tuhu Trasna, Sabtu, 20 Juni 2026.
Langkah taktis ini diposisikan sebagai jangkar pergerakan sosiologis partai guna mereduksi beban finansial kesehatan rumahtangga prasejahtera di tingkat akar rumput. Di tengah volatilitas ekonomi makro dan ketatnya sirkulasi uang tunai pasca-restrukturisasi moneter nasional, intervensi pelayanan kesehatan cuma-cuma dinilai para analis menjadi instrumen taktis parpol untuk memelihara basis konstituen secara inklusif dan pruden.
Aksi bakti sosial ini menjadi klaster agenda utama dari draf rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang sebelumnya telah bergulir simultan di Lombok Tengah, mulai dari upacara bendera 1 Juni, kemah bakti pemuda, hingga proyek rehabilitasi lingkungan berupa penanaman pohon di sepanjang bantaran Sungai Lembah Datu, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata.
Targetkan 150 Kantong Darah demi Pasokan Logistik Medis
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi, memaparkan bahwa visualisasi program kemanusiaan ini dirancang untuk menjawab potret kebutuhan riil masyarakat secara instan. Otoritas kepengurusan partai mengunci target pengumpulan minimal 150 kantong darah segar guna memasok kebutuhan mendesak pada Unit Transfusi Darah (UTD) rumah sakit lokal di Lombok Tengah.
”Bung Karno mengajarkan bahwa politik yang dikembangkan harus hadir murni demi misi kemanusiaan dan menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan tertinggi. Melalui draf kerja nyata ini, kami optimistis target minimal 150 kantong darah tersebut dapat terpenuhi 100 persen sesuai lini masa baku kepanitiaan,” urai Suhaimi yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.
Komitmen penguatan kapasitas ketahanan sosial ini dipastikan berjalan bersih dari potensi malpraktik birokrasi partai, sejalan dengan nilai-nilai kepatuhan terhadap SE Pengendalian Gratifikasi Nomor 7 Tahun 2026 yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seluruh pendistribusian obat-obatan dan kliring pemeriksaan medis dikawal ketat oleh tenaga kesehatan profesional tanpa adanya ruang pungutan liar saku meja.
Instruksi Radikal PAC dan Ranting untuk Eradikasi Program Musiman
Guna mengeliminasi fenomena program musiman (seremonial fiktif) yang kerap menjangkiti organisasi politik pasca-pemilu, Suhaimi menerbitkan instruksi internal yang radikal kepada jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan hingga draf kepengurusan Ranting di tingkat desa. Seluruh elemen struktural diperintahkan untuk mereplikasi program pengobatan gratis dan donor darah ini secara berkala dan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
”Jangan berhenti pada seremonial hari ini saja. PAC dan ranting wajib melanjutkan pergerakan ini langsung ke desa-desa terpencil. Arahan rigid ini linear dengan amanat Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, yang terus mendesak kader agar selalu berada di tengah rakyat dan menjaga kelestarian alam,” tegas Suhaimi.
Melalui integrasi program sosial hulu ke hilir—termasuk sinkronisasi dengan program Desa Berdaya di bidang penguatan sanitasi dan kesehatan tapak—pergerakan kader parpol di Lombok Tengah diarahkan untuk mampu mendepresiasi angka stunting, menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah, serta memperkuat modalitas gotong royong sosiologis secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan di kancah nasional.




