MATARAM — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai fase pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, sebanyak 4.499 jemaah yang terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui Embarkasi Lombok (LOP).
Sesuai dengan Rencana Perjalanan Haji (RPH) nasional, kloter pertama asal NTB dijadwalkan mulai masuk ke Asrama Haji Transit Mataram guna menjalani proses validasi dokumen kesehatan, pembagian living cost, serta pemantapan manasik terakhir sebelum terbang menuju Madinah.
Dominasi Jemaah Lansia dan Penguatan Pendampingan
Musim haji tahun ini masih mengusung tema “Haji Ramah Lansia”. Mengingat porsi jemaah lanjut usia di NTB yang cukup signifikan, pemerintah daerah bersama Kanwil Kemenag telah menyiagakan petugas haji daerah (PHD) dan tenaga kesehatan dengan rasio pendampingan yang lebih ketat.
Para jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyentuh suhu 42°C hingga 45°C di Arab Saudi. Persiapan mental dan fisik menjadi kunci utama mengingat rangkaian ibadah haji 2026 akan memasuki puncaknya pada akhir Mei mendatang.
Logistik dan Kesiapan Embarkasi Lombok
Otoritas Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bersama maskapai pengangkut telah memastikan kesiapan armada Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan langsung (direct flight) menuju Madinah untuk Gelombang I dan Jeddah untuk Gelombang II. Seluruh proses koper dan bagasi jemaah telah melalui sistem screening ketat di asrama haji guna mempercepat proses imigrasi saat tiba di tanah suci.




