Nusa Tenggara Barat

Navigasi Fiskal: Pemprov NTB Sinkronkan Triple Agenda dengan Investasi Pusat

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperketat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan program prioritas daerah tetap melaju di tengah keterbatasan fiskal. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Setda NTB, Lalu Moh. Faozal, Selasa (28/4/2026), ditekankan bahwa sinkronisasi dengan kebijakan nasional adalah kunci untuk menjaga efektivitas investasi pusat di Bumi Gora.

​Rapat strategis ini membedah langkah taktis untuk mencapai triple agenda: pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas.

Solusi Konektivitas dan Revitalisasi Senggigi

​Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi adalah tingginya biaya transportasi (high cost) yang menghambat mobilitas orang dan barang. Pemprov NTB mendorong koordinasi komprehensif untuk mengatasi kendala konektivitas udara, baik domestik maupun internasional.

​Di sektor pariwisata, kawasan Senggigi menjadi target revitalisasi besar. “Kita akan mengoptimalkan fungsi kawasan, termasuk mengalihfungsikan Pasar Seni menjadi fasilitas pendukung dermaga guna mendukung keterisian lebih dari 3.500 kamar hotel di sana,” ujar Faozal.

Hilirisasi Pangan: Telur Lokal Masuk Dapur MBG

​Sektor ekonomi difokuskan pada penguatan rantai pasok program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemprov NTB berkomitmen memastikan produk peternak lokal, seperti telur dan daging ayam, terserap maksimal ke dapur-dapur MBG melalui peran koperasi sebagai konsolidator.

​Selain itu, penataan sektor energi menjadi perhatian serius dengan percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) guna menekan praktik illegal mining yang merusak ekosistem lingkungan.

Strategic Audit: NTB Priority Program Synchronization 2026

Sektor PrioritasAksi StrategisVonis Strategis
Pariwisata & PerhubunganRevitalisasi Senggigi & Mitigasi High Cost Flight.CONNECTIVITY OPTIMIZATION
Ketahanan Pangan (MBG)Penyerapan produk peternak lokal via Koperasi.LOCAL SUPPLY CHAIN
Lingkungan & EnergiPenanganan TPA Kebon Kongok & Penetapan WPR/IPR.ECOLOGICAL SUSTAINABILITY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *