Sofifi, getnews – Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp66 miliar untuk mendukung pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pendidikan di Provinsi Maluku Utara (Malut) pada 2025. Dana tersebut bersumber dari APBN dan diperuntukkan bagi 54 sekolah tingkat SMA/SMK.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos usai mendampingi Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI Suharti meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 10 Ternate dan SMKN 1 Ternate, Selasa (4/11/2025).
“Ini bagian dari program Presiden Prabowo yang sangat baik untuk memperkuat kualitas pendidikan,” ujar Sherly Laos.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan memastikan seluruh anggaran infrastruktur pendidikan digunakan secara tepat sasaran dan sesuai prosedur.
“Kami akan bekerja sama dengan Forkopimda, termasuk Kejaksaan Tinggi, untuk memastikan bantuan ini dimanfaatkan dengan baik. RAB dan SOP dari Kemendikdasmen sudah jelas, dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola,” kata dia.
Ia menjelaskan, saat ini Maluku Utara memiliki sekitar 400 sekolah menengah, di mana 100 sekolah telah direnovasi pada 2025, diantaranya 61 sekolah melalui APBD dan 54 sekolah melalui APBN.
Namun, Sherly mengungkapkan bahwa anggaran daerah tahun depan mengalami pemotongan sebesar Rp800 miliar, sehingga alokasi untuk renovasi sekolah lewat APBD hanya tersisa sekitar Rp10 miliar.
“Masih ada sekitar 100 sekolah lagi yang kami usulkan dalam Dapodik untuk direvitalisasi. Harapannya, program Presiden Prabowo berlanjut sehingga kita bisa mendapatkan bantuan lagi pada 2026,” ujar dia.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen RI atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan di Maluku Utara.
“Ini program yang sangat baik. Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah pusat untuk revitalisasi sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” tutup dia.
infopublik.id / Foto: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos/ Dok: Istimewa/ MC Tidore.




